Polres Pematangsiantar

Ibu 80 Tahun Nyaris Terperangkap, Rumah di Sukaraja Hangus Dilalap Api

Kapolsek Siantar Marihat AKP Doni Simanjuntak (kanan) bersama personel Polres Pematangsiantar meninjau lokasi kebakaran

Tayang:
Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Kapolsek Siantar Marihat AKP Doni Simanjuntak (kanan) bersama personel Polres Pematangsiantar meninjau lokasi kebakaran rumah milik warga lanjut usia di Jalan Bahkora II, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, Rabu (18/2/2026). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dan menghanguskan satu unit rumah beserta sejumlah harta benda, tanpa menimbulkan korban jiwa. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR-Asap hitam membubung dari atap rumah sederhana di Jalan Bahkora II, Dusun Nainggolan, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar, Rabu siang (18/18/2026). 

Di balik kepulan itu, seorang perempuan lanjut usia nyaris terjebak di dalam kamar.

Rumah milik Tionar br. Samosir, 80 tahun, terbakar sekitar pukul 13.05 WIB. Saat kejadian, anaknya, Onli br. Doloksaribu, 53 tahun, tengah berbincang dengan tetangga di teras rumah sebelah. Percakapan itu mendadak terhenti ketika Onli melihat asap mengepul dari bagian atas rumah orang tuanya.

Ia berlari sambil berteriak meminta tolong. Mengingat ibunya berada di kamar depan, Onli menerobos masuk dan mengevakuasi Tionar ke luar rumah. Warga berdatangan, menyiram api dengan ember sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Lima unit mobil pemadam milik Pemerintah Kota Pematangsiantar dan satu unit tambahan dari PT STTC tiba di lokasi. Sirene meraung, selang digelar, api perlahan dipatahkan sebelum menjalar lebih luas ke rumah sekitar.

Kapolsek Siantar Marihat AKP Doni Simanjuntak turun langsung ke tempat kejadian perkara bersama personel piket dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar. Setelah api padam, polisi melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian material ditaksir cukup besar. Bangunan rumah permanen hangus bersama satu unit sepeda motor Honda Spacy, dua sepeda anak, kulkas, televisi 17 inci, tempat tidur, lima tilam, meja makan, empat lemari, tujuh goni padi, serta dua tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram.

“Api diduga bersumber dari korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup besar,” ujar AKP Doni.

Di ujung gang itu, yang tersisa hanya puing dan arang. Bagi keluarga Tionar, siang itu bukan sekadar musibah kebakaran, melainkan hilangnya tempat berteduh yang dibangun selama puluhan tahun.(Jun-tribun-medan.com).,

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved