Sat Brimob Polda Sumut

Brimob di Batang Toru, Membangun Huntara hingga Merawat Rumah Ibadah

Personel Brimob Batalyon C membersihkan bagian dalam Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/IST
Personel Brimob Batalyon C membersihkan bagian dalam Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (27/2/2026). Selain patroli pengamanan pembangunan hunian sementara, Brimob juga melakukan kegiatan sosial dan pendampingan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPANULI SELATAN-Di tengah deret hunian sementara yang masih terus dibangun di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, langkah-langkah sepatu lars terdengar bersahut-sahutan. Personel Brimob Batalyon C tak hanya berjaga. Mereka juga menyapu, mengangkat, dan mengawal.

Jumat (27/2/2026), satuan ini kembali menggelar rangkaian kegiatan pengamanan dan sosial di wilayah yang masih bergeliat membangun pascabencana. Patroli dilakukan di sekitar lokasi pembangunan hunian sementara (huntara). Dari total 252 unit yang direncanakan, sebanyak 216 unit disebut telah berdiri.

Kehadiran aparat bersenjata lengkap di lokasi proyek itu menjadi simbol dua hal sekaligus: menjaga keamanan dan memastikan proses berjalan tanpa gangguan. Pekerja dan warga setempat beraktivitas di bawah pengawasan yang diklaim rutin dilakukan.

Tak jauh dari sana, di Desa Garoga, personel Brimob membersihkan Masjid Taqwa Muhammadiyah. Bagian dalam masjid hingga kamar mandi menjadi sasaran kerja bakti. Aksi ini, menurut warga, memberi rasa diperhatikan bahwa aparat tak hanya hadir saat situasi genting.

Di Desa Aek Ngadol, personel yang sama turut membantu penyaluran bantuan sosial berupa 10 karung pakaian dari GKPA Pusat Padangsidimpuan kepada jemaat GKPA setempat. Bantuan itu diperuntukkan bagi 12 kepala keluarga.

Danton Penugasan Ops Aman Nusa II menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam operasi. “Kami berupaya hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Operasi bernama Aman Nusa II memang identik dengan respons kebencanaan. Namun di Batang Toru, Brimob tampak ingin meluaskan maknanya dari sekadar pengamanan menjadi upaya merawat kebersamaan. Pertanyaannya, sejauh mana pola kehadiran seperti ini mampu menjawab kebutuhan jangka panjang warga yang masih menata ulang hidup mereka.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved