Ramadan 2026
Sensasi Pahit yang Dirindukan, Pakkat Bakar Jadi Buruan Warga Medan saat Ramadan
Pakkat merupakan makanan khas Mandailing yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tapanuli Selatan
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Ia menambahkan, pembeli tidak hanya berasal dari masyarakat Mandailing, tetapi juga berbagai suku lain yang sudah akrab dengan cita rasa unik pakkat.
Selain dipercaya menambah nafsu makan, sebagian masyarakat juga meyakini pakkat memiliki manfaat kesehatan seperti membantu meredakan maag dan menghangatkan tubuh.
Biasanya, pakkat disantap bersama sambal tuktuk yang dicampur ikan teri dan andaliman, lengkap dengan nasi hangat serta gulai ikan mas.
Perpaduan rasa pahit, pedas, dan gurih inilah yang membuat pakkat tetap bertahan sebagai menu favorit Ramadan dari generasi ke generasi.
Pedagang pakkat musiman umumnya mulai berjualan sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Selama Ramadan, Polrestabes Medan Catat Angka Kriminal Jalanan Turun 14 Persen |
|
|---|
| Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Sidang Isbat Menetapkan 1 Syawal Idul Fitri 1447 H, Disiarkan Langsung Kementerian Agama |
|
|---|
| Kisah Hidup Eko Sopianto, Tobat dari Dunia Hitam dan Kini Miliki Sekolah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PAKKAT-BAKAR-Pedagang-menyiapkan-pakkat-bakar.jpg)