Puasa di Negeri Orang
Cerita Rita Ginting, Temukan Hangatnya Ramadan di Kampus Amerika
Setelah tarawih selesai sekitar pukul 21.00 waktu setempat, Rita baru tiba di rumah sekitar pukul 22.00.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Selain itu, para mahasiswa muslim juga saling bergantian mengadakan buka puasa bersama di rumah masing-masing.
“Kami biasanya buat jadwal. Minggu ini buka di rumah siapa, minggu depan di rumah siapa. Jadi masak bareng dan makan bareng,” katanya.
Masjid setempat juga menyediakan program bantuan paket Ramadan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami dapat paket berisi beras, minyak, kurma, daging dan ayam. Alhamdulillah itu cukup untuk kebutuhan selama Ramadan,” ujarnya.
Disisi lain, makanan khas yang selalu hadir di rumahnya seperti kolak pisang tak bisa ia temukan di Amerika.
Pernah ia mencoba memasaknya sendiri, tapi rasanya berbeda. Tak pernah sama dengan rasa kolak dirumah.
Hal lainnya, Rita mengaku hal yang paling ia rindukan selama Ramadan di perantauan, yakni suasana Lebaran bersama keluarga.
“Kalau di rumah sebelum salat Id biasanya kami maaf-maafan dulu sekeluarga. Di sini rasanya beda, selesai salat Id bingung mau ngapain,” katanya.
Sebagai gantinya, komunitas muslim biasanya mengadakan potluck atau open house sederhana.
“Kami bawa makanan masing-masing lalu makan bersama,” ujarnya.
Di tengah kesibukan kuliah, bekerja, dan mengajar bahasa Inggris di platform nasional maupun internasional, Rita tetap berusaha memaksimalkan ibadah Ramadan.
“Kami juga tadarusan bareng lewat Zoom setiap sore, satu juz sehari,” katanya.
Bagi Rita, Ramadan di negeri orang memang berbeda, tetapi justru membuatnya semakin merasakan arti kebersamaan umat muslim.
“Walaupun jauh dari rumah, Ramadan tetap terasa hangat karena komunitas muslim di sini sangat kompak,” ungkapnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Cerita Ridwan, Puasa di Negara Seribu Gurun, Menikmati Syahdu Lantunan Alquran 1 Juz Tiap Malam |
|
|---|
| Ramadan di Korea, Thia Syafira Mahasiswi Medan Rindu Takjil hingga Kenalkan Sop Buah |
|
|---|
| Cerita Liska Rahayu, Caregiver Asal Medan Jalani Ramadan Pertama di Jepang |
|
|---|
| 2 Tahun Jalani Puasa di Negeri Sakura, Shobron Mengaku Hampa, Tak Merasakan Vibes Ramadan |
|
|---|
| Jadi Minoritas dan Jalani Ibadah Puasa Penuh Tantangan, Dona Rindu Tanah Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rita-Seroja-Br-Ginting-saat-mengikuti-kegiatan-buka.jpg)