Catatan Sepak Bola

Indonesia vs Arab Saudi, Sepertinya Kita Bisa

Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di laga pertama Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup B di Stadion King Abdullah Sport City.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
TAHAN BOLA - Pemain Tim Nasional Indonesia Calvin Verdonk (kanan) menahan bola dibayang-bayangi pemain China pada laga kualifikasi ronde 3 Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menghadapi tuan rumah Arab Saudi pada laga kualifikasi ronde empat Piala Dunia 2026, Kamis (9/10) dini hari WIB 

Di antara kontestan-kontestan ini, lagi-lagi, Indonesia jadi yang terendah. Pada update 18 September 2025, peringkat paling tinggi ditempati Qatar (53), diikuti Irak (58), Saudi (59), Uni Emirat Arab (67), Oman (78), dan Indonesia di posisi 119, satu-satunya kontestan yang berada di tier 3.

Maka hampir semua rumah prediksi menempatkan Indonesia sebagai kontestan yang paling mungkin untuk keluar dari persaingan, baik menuju putaran final Piala Dunia maupun playoff menuju putaran lima.

Indonesia diberi persentase 5 persen untuk lolos langsung, 20 persen untuk playoff, dan 75 persen untuk mengemas koper.

Lantas di mana letak potensi itu? Di mana letak harapan?

Setidaknya dua alasan bisa dikedepankan. Pertama, Indonesia sebelumnya pernah bentrok dengan Saudi di fase grup ronde tiga, dua kali, dan hasilnya positif.

Satu kali seri dan satu kali menang. Hasil imbang diperoleh di laga tandang. Kala itu, lewat cocoran Ragnar Oratmangoen, Indonesia sempat unggul duluan.

Barangkali masih banyak yang mengingat laga itu.

Betapa dalam posisi yang sama sekali tak dijagokan, bahkan untuk sekadar ‘tidak kebobolan banyak’, Indonesia justru menunjukkan performa yang gemilang.

Di bawah kendali Shin Tae-yong kala itu, Indonesia –di luar dugaan– berani “bermain”: memindahkan bola dari kaki ke kaki tanpa ada kesan takut sama sekali.

Padahal, Saudi yang bernafsu meraih poin penuh, sejak menit awal laga telah mengambil inisiatif menyerang. Mereka mengepung pertahanan Indonesia dari semua lini.

Laga kedua, masih bersama Shin Tae-yong, Indonesia membekap Saudi 2-0 di Jakarta. Marselino Ferdinand melesakkan dua gol yang monumental, sekaligus memorable.

Selebrasinya usai melesakkan gol; duduk di kursi lalu berpose santai, menjadi favorit di media sosial.

Alasan kedua, dibanding laga pertama dan kedua, Indonesia datang dengan kekuatan yang lebih besar. Belum ada Dean James, Kevin Diks, dan Ole Romeney di Jakarta.

Belum ada Miliano Jonathans dan Mauro Ziljstra. Belum ada juga Emil Audero Mulyadi, kiper berpengalaman Serie A Italia.

Meski Emil harus absen karena cedera otot, lima pemain lain tetap memberi tambahan kekekuatan yang signifikan bagi Indonesia. Terutama sekali Diks, Jonathans, dan Ole.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved