Catatan Sepak Bola
Indonesia vs Arab Saudi, Sepertinya Kita Bisa
Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di laga pertama Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup B di Stadion King Abdullah Sport City.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
Ketiganya, setidaknya sampai sejauh ini, menjadi kepingan yang cocok untuk mengisi ruang puzzle yang sebelumnya kosong.
Sebaliknya, dari sisi Saudi, tidak ada perubahan berarti.
Pelatih Herve Renard hanya memanggil tiga pemain abroad, Marwan Alsahafi yang merumput untuk Royal Antwerp di Belgia; Muhannad Alsaad yang bergabung bersama klub Liga Swiss, Lausanne Sport, serta Saud Abdulhamid yang berkostum RC Lens, klub Ligue 1 Prancis. Selebihnya pemain-pemain liga lokal.
Namun bukankah saat ini Liga Arab Saudi merupakan yang terbaik di Asia?
Sangat benar! Investasi besar-besaran pemerintah yang membuat klub-klub mampu membeli banyak pemain bintang kelas dunia, temasuk Cristiano Ronaldo, mendongkrak popularitas sekaligus mutu kompetisi.
Liga Saudi pun melejit melewati J-League Jepang dan K-League Korea Selatan.
Tentu saja, mereka jauh sekali meninggalkan kompetisi sepak bola Indonesia yang tercecer di posisi 25.
Sampai di sini terjadi anomali. Meski bergabung dengan klub-klub besar seperti Al Ahli, Al-Hilal, Al-Ittihad, dan Al-Nassr, sebagian besar pemain Tim Nasional Saudi tak selalu mendapatkan kesempatan untuk masuk jajaran starting eleven.
Sebagian besar mereka justru lebih sering jadi penghangat bangku cadangan, menonton para bintang dari Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika, para eks superstar kompetisi-kompetisi paling gemerlap di dunia, beradu aksi.
Hal yang pernah dikeluhkan pelatih Saudi sebelumnya, Roberto Mancini.
Kiper-kiper yang dibawa Herve Renard, misalnya. Raghid Najjar dari Al-Nassr, Mohamed Alyami dari Al-Hilal, dan Abdulrahman Alsanbi dari Al-Ahli. Ketiganya bukan merupakan kiper utama di klub masing-masing.
Raghid Najjar kalah bersaing dengan Bento Matheus Krepski, kiper berkebangsaan Brasil yang bahkan belum pernah dipanggil masuk tim nasional Seleccao.
Mohamed Alyami ditepikan Yassine Bounou, kiper internasional Maroko, sedangkan Abdulrahman Alsanbi kerap menjadi cadangan Edouard Osoque Mendy.
Begitu pula pemain-pemain abroad mereka. Marwan Alsahafi, Muhannad Alsaad, dan Saud Abdulhamid, bukanlah pemain-pemain inti.
Situasi yang sedikit banyak berbanding terbalik dengan pemain-pemain Indonesia yang berkompetisi di luar negeri. Jay Idzes di Sassuolo, Kevin Diks di Borussia Moenchengladbach, mendapat menit bermain yang banyak. Hampir selalu mengisi first line up.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TAHAN-BOLA-Pemain-Tim-Nasional-Indonesia-Calvin-Verdonk-kanan.jpg)