Sumut Terkini

Andaliman, Si Lada Batak, dari Bumbu Dapur hingga Pasar Internasional

Selain bumbu, tumbuhan endemik andaliman ini juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Andaliman merupakan tanaman endemik di Kabupaten Toba dan saat ini menjadi bahan berbagai bumbu, kecantikan, dan obat-obatan.  

Masyarakat yang berada di kaki gunung membiarkan tumbuhan tersebut berkembang pada semak belukar.

Para petani tak perlu melakukan peremajaan tanaman, cukup membiarkan biji andaliman yang jatuh dari pokoknya bertumbuh hingga berbuah kembali.

"Biasanya tumbuhan itu liar dan tak perlu diremajakan. Berbeda dengan tanaman lain, tumbuhan ini biasanya gagal kalau dipindahkanbila sudah menjadi tanaman baru ke tempat baru," tutur Alfred Pardosi, Minggu (28/9/2025).

"Maka, tumbuhan ini dibiarkan saja. Tak perlu ada pengurusan tanaman secara khusus. Tak perlu diprunning seperti tanaman lain," lanjutnya.

Namun, para petani mesti membersihkan areal tanaman agar tetap subur dan berbuah lebat.

Sementara petani andaliman di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Marandus Sirait mengakui, tanaman yang di budidayakan bersama beberapa teman harus mendapat perawatan intensif agar dapat tumbuh maksimal kendati tidak semaksimal di daerah Habornas.

"Kita harus mengakui, sebagusnya andaliman di Lumbanjulu tidak akan mampu menyamai di daerah Habornas. Pembibitannya juga harus dilakukan dengan baik perawatannya, tidak seperti mereka buah yang jatuh tanpa dirawat dapat tumbuh dengan baik tanpa perawatan," kata Marandus.

Lanjutnya, selain perawatan yang dilakukan secara intensif rata-rata umur andaliman yang ditanamnya paling lama berumur hingga dua tahun bahkan tidak ada setahun sudah mati.

Terlebih jika kita tidak memetik buah secara rutin akan mempercepat matinya andaliman.

"Saya menjadi bingung, sebenarnya dimana kelebihan tanah yang ada di Habornas. Jika dikatakan faktor suhu terbilang tidak jauh berbeda dan untuk tanah sama-sama memiliki kesuburan dari letusan vulkano gunung Toba," ujarnya.

Marandus berharap akan ada temuan dari peneliti-peneliti kedepannya untuk menciptakan bibit andaliman yang dapat tumbuh subur seperti di Habornas meskipun ditanam di daerah lain khususnya di Kabupaten Toba, sehingga andaliman tidak lagi bertumpu dari tiga kecamatan saja.

Bukan Sekadar Bumbu, Jadi Campuran Makanan Ringan

Sejak ditetapkannya Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tahun 2016, pelaku UMKM mulai memperkenalkan bumbu khas Toba tersebut mulai tingkat nasional hingga internasional.

Pecinta kuliner Batak berbahan andaliman, Marandus Sirait telah memperkenalkan keripik, bandrek, sambal  dan camilan lainnya menggunakan andaliman.

Ia pun akhirnya mencoba membudidayakan andaliman di Lumbanjulu. Menurutnya, cita rasa andaliman itu unik dan berbeda dengan bumbu lainnya, seperti lada. Bumbu ini membuat lidah bergetar.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved