Sumut Terkini

Soal Pencopotan Ijeck, Ketua DPD Golkar Siantar Ajak Pengurus Melawan: Ada Kekuatan dari Luar

Padahal kata Mangatas, DPD Partai Golkar Tingkat I Provinsi Sumatera Utara sudah mengajukan Musda.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com
GOLKAR SUMUT - Musa Rajekshah alias Ijeck saat ditemui di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Sabtu (20/12/2025). Ia mengaku kaget sekaligus kecewa saat mengetahui dirinya dicopot dari Ketua Golkar Sumut 

Sebagai informasi, Ahmad Doli Kurnia Tanjung (ADK) resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut menggantikan Musa Rajekshah alias Ijeck.

Pergantian ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor: Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 tentang Penunjukan Pejabat Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara.

Surat tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 Desember 2025, ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekjen Muhammad Sarmuji.

Ilhamsyah Bilang Kerja Keras Ijeck Tak Dihargai 

Ilhamsyah, mantan Sekretaris Golkar Sumatera Utara menilai DPP Golkar tidak menghargai kerja keras Musa Rajekshah atau Ijeck yang berhasil membawa Golkar Sumut sebagai partai pemenang berdasarkan Pemilihan Umum 2024.

Ilhamsyah menyampaikan, pergantian Ijeck sebagai ketua Golkar Sumut dilakukan secara paksa.

Karena kekecewaan itulah, Ilhamsyah lalu mengundurkan diri sebagai Sekretaris Golkar Sumut pada 17 Desember 2025 semalam. 

"Semua ini telah kita selesaikan dengan baik. Kita berhasil sudah mengantarkan Partai Golkar yang kita cintai ini menjadi juara. Semua ini juga berkat kerja keras Ketua Musa Rajekshah dan seluruh jajaran DPD Sumut dan DPD Kabupaten/Kota," kata Ilhamsyah, Jumat (19/12/2025). 

Pergantian Ijeck dengan Ahmad Doli Kurnia Tanjung bagi Ilhamsyah sangat mengecewakan. 

Padahal, sejak lama DPD Golkar Sumut telah meminta ke DPP Golkar untuk melakukan Musyawarah Daerah sebelum masa kepengurusan Ijeck berakhir. 

Namun, DPP Golkar mengabaikan permintaan yang dilakukan oleh pengurus DPD Provinsi Sumatera Utara. Muncul dugaan, bahwa DPP tidak peduli dengan kepengurusan Golkar Sumut.

"Kita sudah dua kali meminta persetujuan kepada DPP untuk meminta jadwal agar Musda Golkar Sumut segera dilakukan, demi terciptanya konsolidasi yang kuat dalam perpolitikan di Sumut," kata Ilhamsyah. 

Ilhamsyah mengatakan, surat permohonan untuk meminta persetujuan Musda dikirimkan pada April 2025 lalu.

Karena tidak ada respon dari DPP Golkar, surat permohonan kedua diantarkan pada September 2025.

Belakangan DPP Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai pelaksana tugas DPD Golkar Sumut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved