Sumut Terkini

Sorotan Polemik Kutipan Parkir di RSUD Djoelham Binjai Mengarah ke DPRD yang Diduga Kurang Peka

Karenanya, Rahim menyarankan, DPRD Binjai seharusnya memberi prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di RSUD Djoelham. 

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
PARKIR - Suasana pintu keluar RSUD Djoelham Kota Binjai, Sumatera Utara.  

Pun begitu, saat ini DPRD Binjai juga telah membentuk Panitia Khusus Pendapatan Asli Daerah (Pansus PAD). Februari 2026 ini, genap setahun usia Pansus PAD terbentuk.

Sayangnya, kinerja belum menunjukkan hasil. Soal Pansus PAD ini juga ditanyakan kepada Gusuartini, tapi politisi Partai Golkar itu tidak memberi tanggapannya.

Diketahui parkir berbayar pada RSUD Djoelham dilakukan manajemen dengan mendirikan portal pada pintu masuk dan keluar yang dikelola PT Sam. 

Sayangnya, kebijakan itu diterapkan di tengah wajah pelayanan RSUD Djoelham diduga masih buruk.

Tidak hanya menyasar pada pasien maupun keluarga dan kerabat yang hendak menjenguk, kebijakan ini disebut juga menyasar kepada tenaga kesehatan yang bekerja pada instansi pemerintahan tersebut. 

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Djoelham, dr Romy Ananda sempat terpantau parkir kendaraan di Balai Kota Binjai. 

Memang dari balai kota, ada jalur yang dapat keluar di belakang RSUD Djoelham. Langkah dr Romy diduga untuk menghindar dari tarif parkir yang dikelola swasta tersebut

Pelayanan buruk juga pernah dilakukan inspeksi mendadak oleh Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi.  

Jiji turun langsung atas arahan dan perintah dari wali kota. Dia turun  karena banyak mendapat laporan buruk terkait pelayanannya.

Dalam sidak, Jiji berkeliling melihat pelayanan dan fasilitas yang ada di RSUD Djoelham. Mulai dari ruang IGD, ruang rawat inap pasien hingga ruang cuci darah.

Di lantai empat RSUD Djoelham, Jiji terkejut ketika masuk ke ruangan rawat inap pasien. Kondisi ruangan itu yang membuat Jiji kaget.

Suasana panas di ruangan itu lantaran air conditioner (AC) tidak menyala atau padam. Pasien di dalam pun menggunakan kipas manual untuk mendinginkan suhu tubuhnya. 

Jiji kembali dikejutkan melihat fasilitas berupa wastafel yang rusak dan tidak berfungsi. Dia juga mengecek kamar mandi yang ada di dalam ruangan pasien.

Diketahui, seorang pasien atas nama R br Ketaren (75) meninggal dunia saat sedang melakukan cuci darah kedua di RSUD Djoelham. Anak korban merasa tak puas dan ganjal atas kematian ibunya. 

Sebab sebelum ibunya wafat, alarm mesin cuci darah berbunyi dan muncul tulisan no water. Bahkan anak korban menyurati DPRD dan Inspektorat Binjai untuk menindaklanjuti yang dialami ibunya sebelum meninggal dunia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved