Sumut Terkini

Curiga Balai Pasogit Datu Pejel Sengaja Dibakar, DPP Parsadaan Pomparan Raja Narasaon Lapor Polisi

Laporan dilayangkan karena curiga bangunan bersejarah milik Pomparan Datu Pejel Narasaon itu diduga sengaja dibakar.

Tayang:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Ketua Umum DPP PPRN Indonesia Rajamin Sirait,SE (2 dari kiri), Jonang MP Sitorus (tengah), ketika diwawancarai, Selasa (13/1/2026). Mereka meminta Polisi mengusut tuntas terbakarnya Sopo Parsaktian Datu Pejel di Desa Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, pada 24 Desember 2025 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Terbakarnya Sopo Parsaktian Datu Pejel di Desa Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, pada 24 Desember 2025 lalu, berbuntut panjang.

Mewakili Parsadaan Pomparan Raja Narasaon Indonesia (PPRN), Jonang M.P Sitorus melapor ke Polres Toba dengan bukti laporan polisi: LP/B/577/XII/2025/SPKT Polres Toba/Polda Sumut tanggal 28 Desember 2025.

Laporan dilayangkan karena curiga bangunan bersejarah milik Pomparan Datu Pejel Narasaon itu diduga sengaja dibakar.


Ketua Umum DPP Parsadaan Pomparan Raja Narasaon (PPRN) Indonesia, Rajamin Sirait mengatakan, usai membuat laporan resmi, dirinya bertemu langsung dengan Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Ricko Taruna Mauruh.


Pertemuan dilakukan agar Polda Sumut memberikan perhatian kepada Polres Toba, untuk mengusut tuntas laporan mereka.


Sebab, garis Polisi yang sudah dipasang sebelumnya sempat dilepas, lalu dipasang kembali.


"Kami berterima kasih atas respon cepat Polres Toba dan Polda Sumut yang tengah melakukan penyelidikan atas kebakaran yang menghanguskan Sopo Parsaktian Datu Pejel,"kata Ketua Umum DPP Parsadaan Pomparan Raja Narasaon (PPRN) Indonesia, Rajamin Sirait, Selasa (13/1/2026).


"Kami sangat berharap polisi dapat segera mengungkapnya apakah sengaja dibakar atau terbakar. Sehingga tidak terjadi kesimpang siuran informasi diantara pomparan Raja Narasaon,"sambungnya.


Jonang MP Sitorus menambahkan, Sopo Parsaktian Datu Pejel hangus terbakar pada Rabu 24 Desember lalu sekitar pukul 17.00 wib. 


Menurutnya, kecil kemungkinan situs budaya dan sejarah batu pejel terbakar sendiri, apalagi akibat arus pendek.


"Sopo Parsaktian Datu Pejel Narasaon sangat berhaga bagi kami karena situs ini adalah melambangkan sebuah budaya dan catatan sejarah terhadap opung kami Datu Pejel,"ungkapnya.


Setelah kebakaran, banyak spekulasi yang berkembang diantara Pomparan Raja Narasaon.


Untuk meluruskan seluruh prasangka dan tuduhan-tuduhan miring serta menjaga meluasnya miskomunikasi yang semakin meruncing, DPP PPRN Indonesia mengeluarkan surat penjelasan terbuka, begitu juga ke Polres Toba.


Surat penjelasan terbuka itu ditandatangani Ketua Umum DPP PPRN Indonesia Rajamin Sirait,SE, Jonang MP Sitorus (Sekjen), Budi Agung Manurung (Wakil Sekjen), Ir Sahat Butarbutar (Ketua I DPP PPRN) dan Dewan Penasehat Tuan Nanser Sirait, tertanggal 13 Januari 2026.


Beberapa diantaranya meminta Polisi mengusut tuntas kebakaran ini dan berpesan kepada panitia lokal pembangunan ulang agar menghormati proses hukum.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Tags
kebakaran
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved