Perbaikan Jalan Rusak Masih 20 Persen, Cuaca tak Menentu jadi Kendala 

Dikatakannya, dari 500 km itu, ada 235 titik yang akan diperbaiki pihaknya. Saat ini progres perbaikan masih berlangsung.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
JALAN BARU - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara,Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardi Siahaan saat diwawancarai, Rabu (18/2/2025). Kementerian PU bakal bangun jalan baru menuju Sibolga di sekitaran Batu Lubang sepanjang 600 Meter. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara,Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardy Siahaan mengatakan, pasca-bencana banjir dan longsor, ada 500 km perbaikan jalan di Sumut yang bakal dibenahi pihaknya.

Dijelaskan Hardy, dari 500 km itu, baru 20 persen yang selesai diperbaiki. Perbaikan jalan itu melingkupi area Tarutung, Sipirok, Padang Sidimpuan, dari Batas Aceh sampai Sibolga, Sibolga ke arah Batang Toru – Sidempuan, Batang Toru ke arah Singkuang.

Dikatakannya, dari 500 km itu, ada 235 titik yang akan diperbaiki pihaknya. Saat ini progres perbaikan masih berlangsung.

"Dari 500 kilo itu, ya, kita masih di bawah 20 persen (yang selesai), ada 235 titik yang akan kita perbaiki," jelasnya, Rabu (18/2/2026).

Dikatakannya, yang menjadi kendala perbaikan adalah karena cuaca yang tidak menentu. Selain itu banyaknya titik longsoran.

"Yang kendala satu, kita longsoran ini kan masih potensi karena cuaca, ya. Jadi itu kita pastikan. Kemudian, tentu kita mau konstruksi harus ada detail desain, dan ini kita harus hitung benar," paparnya.

Baca juga: Jalan Menuju Tapteng via Tarutung - Rampah Masih Lumpuh

Menurutnya, dari 500 km, yang menjadi fokus utama perbaikan ada sekitar 40-50 km di lima kabupaten/kota terdampak bencana di Sumut.

"Khusus di 5 kabupaten/kota. Tapi yang perlu betul-betul penanganan mungkin sekitar 40 sampai 50 kilo di Tapanuli Raya seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga," katanya.

Sementara untuk total pemeliharaan jalan, kata Hardy, sekitar 2.600 kilometer. Namun perbaikan dilakukan secara berkala.

"Kalau yang di luar lima Kabupaten Kota Tapanuli Raya, itu pemeliharaannya secara rutin dan berkala, reguler. Kalau yang ini perlu penanganan, karena jumlah titik longsornya 200 titik," ucapnya.

Hardi juga mengatakan, pihaknya bakal membangun jalan baru sepanjang 600 meter di sekitaran jalan menuju Sibolga via Batu Lobang.

Dijelaskannya, pembangunan jalan baru dilakukan, karena tidak memungkinkan lagi perbaikan jalan dari Tarutung - Sibolga via Batu Lobang.

Menurutnya, pembaruan jalan sepanjang 600 meter itu, akan dibangun dalam tahun ini. Saat ini sedang dalam tahap pendetailan perencanaan konsep pembangunan.

"Nanti jalan baru. Kan, jalannya hilang. Pasti kita bangun baru, kan. Nanti itu jadi opsi. Apakah Batu Lobang itu kita izinkan tetap dilewati. Dan jalan baru di dekat-dekat situ, tetap lewat Batu Lobang-nya atau gimana. Karena itu sekarang nggak bisa dua lajur, kan. Atau bagaimana nanti kita lihat," katanya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, pihaknya akan tetap mengembalikan jalan menuju Sibolga via Batu Lobang. Tapi dengan jalan baru yang lebih aman.

"Pasti akan kita kembalikan lagi jalannya. Nyambung lagi Tarutung - Sibolga, lewat Batu Lobang. Berarti kan kondisinya kemarin longsor, longsornya ekstrem. Jadi, kita mencari rute, tapi ya, di sekitar itu juga. Kita upayakan tidak terlalu jauh, karena kan ada hutan," jelasnya.

Tetap Ditutup Sementara 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara,Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardy Siahaan mengatakan, saat ini, jalan menuju Sibolga via Batu Lobang, tetap ditutup sementara. Karena kondisi jalan yang tak memungkinkan. Sehingga jalur akses yang dibuka melewati jalan Rampah.

"Jadi, jalurnya kita tutup dulu, karena licin, tanjakannya terjal. Jalannya masih tanah merah. Ini kita lagi pendetailan konsep jalan barunya seperti apa," ucapnya.

Menurutnya, pembangunan jalan baru menuju Sibolga via Batu Lobang itu memiliki banyak pertimbangan. Karena kondisi areanya yang tebing dan jurang.

"Kita harus mempertimbangkan aspeknya, geologinya, kemudian potensi longsor kembali, potensi banjir, kemudian bagaimana kita membangun, nanti ada jembatan. Itu memang kita lagi pendalaman dari sisi geologinya, dari sisi geoteknik, dari sisi hidrologi, struktur, di mana yang paling aman dan tidak terlalu jauh dari situ," paparnya.

Dikatakannya, untuk panjang pembaharuan jalan itu tidak terlalu signifikan. Namun, akan dibuat jalur yang lebih aman.

"Ya, mungkin di sana sekitar 600-an meter, yang akan kita rekonstruksi baru. Karena kalau kita membuat jalan baru lagi sebelah gunung, mungkin terlalu berat," ucapnya.

Dikatakannya, setelah detail pembangunan selesai, maka pembaruan jalan akan segera dilakukan. Namun ia tak menjelaskan secara rinci detail anggaran dalam proyek ini.

"Kita akan segera mulai setelah detail desainnya. Kita lihat aspeknya yang paling aman, yang paling cepat bisa kita kerjakan. Tahun ini kita akan mulai," katanya.

Diketahui, hingga saat ini jalan menuju Sibolga via Batu Lobang masih ditutup sementara pasca- banjir dan longsor pada November 2025 lalu.  Pengendara yang hendak ke Sibolga atau Tapteng, akan diarahkan menuju jalur jalan Rampah.

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved