Sumut Terkini

Pra UKW oleh PWI Pusat via Zoom, Meneguhkan Kompetensi dan Kreativitas Wartawan

Sebanyak 28 peserta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Hotel Inna Dharma Deli, Medan, Sumatera Utara, pada 2–3 Juni 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Tangkapan Layar Video
PRA UKW: Direktur UKW PWI Pusat, Aat Surya Safaat, memberikan materi dalam pertemuan dengan peserta UKW Sumut yang berlangsung secara daring (zoom) pada Jumat (29/5/2026) pagi pukul 08.30 hingga siang. Acara ini digelar untuk mempersiapkan diri peserta yang ikut UKW PWI pada 2-3 Juni 2026 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.COM -Sebanyak 28 peserta akan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut di Hotel Inna Dharma Deli, Medan, Sumatera Utara, pada 2–3 Juni 2026 mendatang.

Mereka terbagi dalam lima kelas, terdiri dari 12 peserta UKW muda, 10 peserta UKW madya, dan 6 peserta UKW utama.

Sebelum pelaksanaan utama, Pra UKW PWI Sumut akan digelar pada 1 Juni, sementara Pra UKW PWI Pusat telah berlangsung secara daring (zoom) pada Jumat (29/5/2026) pagi pukul 08.30 hingga siang.

Dalam sesi Pra UKW PWI pusat, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Djoko Tetuko Abd. Latif, menekankan pentingnya kompetensi dan etika sebagai fondasi utama profesi wartawan.

Djoko mengingatkan bahwa dampak pemberitaan bisa berlangsung hingga belasan tahun, sehingga prinsip praduga tidak bersalah harus dijunjung tinggi.

Jurnalis senior ini juga menyoroti hak jawab, koreksi, serta aturan PPMS terkait takedown berita.

Sementara, Direktur UKW PWI Pusat, Aat Surya Safaat, mengingatkan wartawan agar mampu berpikir kreatif, cepat membaca situasi, dan menemukan sudut pandang berbeda.

Ia mencontohkan bagaimana sebuah kunjungan kepala daerah bisa dilihat dari berbagai angle, bukan sekadar sisi ketokohan.

Kreativitas, menurutnya, bukan hanya soal menulis menarik, tetapi juga membaca momentum dan mencari pendekatan berbeda dalam memperoleh informasi.

Aat mengutip prinsip strategi: “Jika ingin damai, maka bersiaplah untuk perang.”

Bagi wartawan, ini berarti kesiapan mental, penguasaan isu, dan strategi memperoleh informasi lebih cepat dibandingkan kompetitor.

Ia menegaskan bahwa wartawan dengan persiapan matang akan lebih optimis menghadapi tekanan pekerjaan, deadline, maupun persaingan media.

Kisahnya saat Masih Wartawan Lapangan: BJ Habibie di Washington, Amerika Serikat.

Aat membagikan pengalamannya saat bertugas di Washington, Amerika Serikat. Ketika itu, ia masih wartawan di Antara.

Dalam agenda Presiden BJ Habibie bersama Boeing, ia berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan membaca situasi secara berbeda.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved