Unjuk Rasa di DPRD Sumut

Ribuan Massa Cipayung Plus Demo ke DPRD Medan : Reformasi DPRD, Copot Kapolda

Orator aksi blak-blakan soal pelanggaran etik, korupsi, pemborosan anggaran, hingga pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Tria Rizki

2. Menuntut penghentian kegiatan perjalanan dinas dan sosialisasi yang diduga hanya menjadi modus memperkaya diri dan kelompok.

3. Segera sahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat sebagai bentuk komitmen negara terhadap keadilan hukum dan hak-hak masyarakat adat.

4. Menolak dengan tegas tindakan represif aparat terhadap mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Negara wajib menjamin kebebasan berekspresi.

5. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR di tengah krisis ekonomi masyarakat. Kami mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap penghasilan anggota legislatif dengan mempertimbangkan asas keadilan dan kepantasan.

6. Segera tingkatkan kesejahteraan guru honorer di Kota Medan, baik dari segi gaji, status, dan perlindungan kerja. Pendidikan harus menjadi prioritas, bukan beban bagi para pendidiknya.

"Kami tegaskan, aksi ini bukan sekadar pergerakan simbolik, melainkan bagian dari kesadaran kolektif mahasiswa dan pemuda Kota Medan untuk mengawal dan membersihkan institusi publik dari praktik busuk, culas, dan koruptif," kata perwakilan koordinator aksi. 

Jika tuntutan ini tidak ditanggapi secara serius, Cipayung Plus Medan akan menggalang kekuatan rakyat lewat unjuk rasa yang lebih besar, melakukan konsolidasi luas, dan turun ke jalan dengan skala yang lebih besar lagi.

"Bersihkan DPRD Kota Medan dari para pengkhianat rakyat! Selamatkan anggaran daerah dari pemborosan dan korupsi! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat! Reformasi DPRD Kota Medan, Sekarang Juga!," pungkas oraator aksi lain dari GMNI.

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved