Keuntungan Minimal Rp 5 Juta Per Unit
peluang usaha, jual beli mobil bekas
Lihat saja, di kawasan penjualan mobil bekas di Jalan Nibung Raya Medan, menjamur mobil produksi tahun 2000- an ke atas. Bahkan, mobil yang baru rilis sudah terpajang untuk dijual bekas. Ada mobil keluarga, city car, serta mobil touring.
Bisnis di segmen mobil pribadi mengandalkan modal besar, bisa sampai Rp 2 miliar. Seperti halnya Lancar Mobil di Jalan Nibung Raya yang memiliki tiga cabang di Medan yakni Showroom Pancar di Jalan Thamrin dan Showroom Indola di Jalan HM Yamin.
Marketing Lancar Mobil, Ari menuturkan, bisnis mobil akan tetap terus hidup, sepanjang masih mobil diproduksi. Apalagi sekarang ini selalu ada inovasi, sementara konsumen terus mengejar tren itu.
Ari mengatakan, saat ini mobil Avanza, Xenia, dan Innova yang paling banyak diminati. Market share penjualannya mencapai 80 persen dibanding mobil yang lain.
"Mobil mobil ini dijual dengan keuntungan Rp 5 Juta. Tidak memakan untung banyak, karena yang ditargetkan penjualannya cepat, biar barang terus berputar," ujarnya.
Namun, untuk mobil mewah seperti Honda Odyssey, Alphard, dan built up lain, keuntungannya bisa mencapai Rp 10 juta, dengan risiko lebih lama terjual.
"Di sini kita mengambil mobil yang siap pakai dengan kondisi 80 persen. Juga dengan pertimbangan warna, yakni hitam dan silver," ujarnya.
Karena, perbedaan warna bisa turun harga menjadi Rp 15 juta.
"Kita tidak mengambil mobil bekas tabrakan atau kerusakan yang krusial. Kita ambil dalam kondisi 80 persen, kita jual dengan kondisi yang diperkirakan tidak mengalami kerusakan atau kondisi paling fit," jelasnya.
Karena itu, Lancar Mobil terikat pada harga pasar di kawasan Nibung Raya ini. Apalagi, dikatakannya, pembeli sudah pintar.
"Sebelum beli mereka itu sudah bandingkan harga dengan searching di Google. Bahkan, untuk konsumen kita, 60 persen membeli melalui online dalam bentuk iklan, Facebook, dan agen agen," ujarnya.(cr2)