Breaking News
Google Informasikan Gempa Bengkulu Secara Real Time, Tak Berpotensi Tsunami
Usai terjadi gempa di Bengkulu dengan kekuatan getaran mencapai 6,6 skala richter, mesin pencarian Google langsung memberikan warning
Laporan wartawan Tribun Medan / Fahrizal Fahmi Daulay
TRIBUN-MEDAN.com - Usai terjadi gempa di Bengkulu dengan kekuatan getaran mencapai 6,6 skala richter, mesin pencarian Google langsung memberikan warning kepada khalayak berupa public alerts.
Ini respon yang sungguh sangat cepat yang bisa diinformasikan kepada masyarakat jika terjadi bencana secara real time.
Bahkan di dalam informasinya, memberitahukan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Ini sangat berguna mengingat sebelum ada pengumuman seperti ini, masyarakat kerap disalahkaprahkan dengan isu yang tidak sedap terkait tsunami.
Baca: HOT NEWS: Bengkulu Diguncang Gempa Berkekuatan 6,6 SR, Getaran Sampai Palembang
Seperti yang terjadi pada sebelumnya yakni di Padang 2009.
Isu tsunami menyebar begitu cepat hingga masyarakat kalang-kabut untuk mencari daerah yang aman untuk mengevakuasi diri, tanpa mengetahui dari informasi yang sebenarnya.
Seperti yang dikutip dari Google Public Alerts, disebutkan kalau gempat yang terjadi pada Minggu pagi pukul 10:08 WIB tidak berpotensi tsunami.
"Telah Terjadi gempabumi dengan kekuatan: 6.6 SR, 71 km BaratDaya BENGKULUUTARA, waktu gempa: 13-Aug-17 10:08:10 WIB, Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI (Event ini sudah direview oleh seismologist.)," tulis di pemberitahuan Google.
Tidak hanya itu, diberitahukan juga kepada publik agar berhati-hati pada kemungkinan gempa susulan. Bahkan dalam pemberitahuan itu diberikan tips aman saat menghadapi gempa yang diberikan oleh BMKG.
Sesudah Terjadi Gempabumi:
Jika Anda berada di dalam bangunan
- Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib.
- Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
- Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
- Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
- Periksa apabila terjadi kebakaran.
- Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
- Periksa apabila terjadi arus pendek.
- Periksa aliran dan pipa air.
- Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll).
Jangan masuk ke dalam bangunan yang sudah rusak terkena gempa, karena kemungkinan sewaktu-waktu dapat runtuh akibat gempa susulan.
Jangan mendekati bangunan yang sudah rusak terkena gempa, karena kemungkinan sewaktu-waktu dapat runtuh akibat gempa susulan.