Home »

Sumut

Kapal Tenggelam

Begini Sosok Kapten yang Tega Biarkan Korban KM Sinar Bangun, Kata 'Biadap' dari Hotman Paris

"Biadab, biadab, apakah diperintah oleh ownernya saya gak tahu," kata Hotman Paris sembari menyeka air matanya.

Begini Sosok Kapten yang Tega Biarkan Korban KM Sinar Bangun, Kata 'Biadap' dari Hotman Paris
Kolase Facebook
Kapten KMP Sumut II 
TRIBUN-MEDAN.COM - Hari ini, Minggu (24/6/2018), memasuki hari ke-7 usaha pencarian kapal karam, KM Sinar Bangun masih terus dilakukan.
184 korban yang dinyatakan hilang belum juga ditemukan. 
Tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) masih menjadi perbincangan.

Termasuk aksi Kapten Kapal Feri KMP Sumut II yang meninggalkan para korban KM Sinar Bangun

Dari video yang beredar di media sosial, saat kejadian KM Sinar Bangun tenggelam, KMP Sumut II sedang melintas persis di jalur KM Sinar Bangun tenggelam.

Terlihat puluhan orang terapung-apung dan mencoba meminta pertolongan.

Namun tak semua korban diselamatkan oleh KMP Sumut II.

Baca: H+6 KM Sinar Bangun Karam: Heli Dikerahkan, Keluarga Korban Diikutkan dalam Pencarian

Helikopter Basarnas HR 3604 tiba untuk membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu, yang menelan korban diduga seratusan jiwa.
Helikopter Basarnas HR 3604 tiba untuk membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu, yang menelan korban diduga seratusan jiwa. (Tribun-Medan.com/M Andimaz Kahfi)
 Dony Max Silalahi, Kapten KMP Sumut II buka suara terkait aksinya itu.

Kepada awak media di Simanindo, Kabupaten Samosir, Dony mengatakan dapat mengerti perasaan keluarga korban kepada dirinya, namun dia pun meminta posisinya bisa dimengerti saat itu.

Doni Silalahi
Doni Silalahi (Tribun Me)


"Saya meninggalkan para korban karena situasi pada saat itu cuaca sedang buruk. Dan saya sebagai kapten kapal merasa punya tanggungjawab juga untuk menyelamatkan penumpang yang saya bawa," kata Dony Max Silalahi.

Menurut Dony, saat itu sudah banyak korban yang pingsan dan cuaca bertambah buruk.

"Saya tidak mau korban bertambah banyak melihat situasi ini. Jadi saya mengambil keputusan untuk mengantarkan penumpang yang saya bawa ke pelabuhan. Itu pun setelah saya berkoordinasi dengan KMP Sumut I melalui radio yang segera datang ke lokasi kejadian untuk menyelamatkan para korban," ucap Dony.

Dony juga mengungkapkan alasannya tak menurukan sekoci yang ada di kapal waktu itu.

Menurutnya hal itu merupakan tindakan yang sia-sia karena cuaca yang buruk dan tidak ada waktu untuk menurunkannya.

Baca: Amarah Hotman Paris Sambil Menangis: Itu Kapten Kapal Sumut II Harus Diadili, Biadab, Biadab!

Dony menambahkan apabila korban yang dapat mereka selamatkan saat itu hanya tiga orang.

"Ya kami hanya bisa selamatkan tiga orang," ujarnya.

Kecaman dari Keluarga
Seorang wanita diduga kelaurga korban KM Sinar Bangun menangis di atas kap mobil polisi di Pelabuhan Tigaras.
Seorang wanita diduga kelaurga korban KM Sinar Bangun menangis di atas kap mobil polisi di Pelabuhan Tigaras. (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)


Kekecewaan terhadap aksi Kapten KMP Sumut II oleh salah seorang keluarga korban, Nelson Nainggolan.

Nelson mengungkpakan bahwa ada 14 orang angggota keluarganya yang berad di KM Sinar Bangun.

"Saya sudah melihat video yang beredar saat KMP Sumut II melintas dan melihat korban sedang terapung-apung. Seharusnya kapten kapal feri KMP Sumut II itu jangan meninggalkan keluarga kami yang membutuhkan pertolongan. Mereka bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa orang saat itu," kata Nelson seprti yang dikutip dari TribunMedan.

Menurut Nelson, langkah penyelamatan yang dilakukan KMP Sumut II tak maksimal.

Ia juga menyebut tindakan tersebut tak manusiawi.

"Ini sama sekali tidak manusiawi, mereka meninggalkan begitu saja entah apa alasannya. Sekali lagi kalau melihat video yang beredar itu seharusnya keluarga kami masih bisa diselamatkan dan korban lainnya juga," tambahnya.

Baca: MENGEJUTKAN! Komentar Bupati Samosir Atas Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Setelah satu malam hilang ditelan ombak Danau Toba, ABK KM Ramos ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan tewas, Sabtu (23/6/2018) (Dok Basarnas)
Setelah satu malam hilang ditelan ombak Danau Toba, ABK KM Ramos ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan tewas, Sabtu (23/6/2018) (Dok Basarnas) ()

Kecaman dari Hotman Paris

Tak hanya dari keluarga, kecaman juga datang dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Lewat unggahan di Instagramnya, Sabtu (23/6/2018), Hotman mengecam aksi Kapten KMP Sumut II usai melihat video yang beredar. 

Dalam videonya, Hotman Paris terlihat menitikkan air mata.

"Pagi hari aku menanggis melihat video YouTube kapal feri yang sangat besar tidak mau menolong kapal yang mau tenggelam.

Sampai aku merobek baju kimonoku, aku lihat YouTubenya, kapal feri yang sangat besar, menolak menolong ratusan penumpang Kapal Sinar Bangun yang mau tenggelam.

Itu kapten kapalnya harus diadili.

Biadab, biadab, apakah diperintah oleh ownernya saya gak tahu," kata Hotman Paris sembari menyeka air matanya.

Baca: Ingat Diding Boneng Dokter Gila Film Warkop DKI? Gak Disangka Punya Putri Cantik

Baca: Begini Sosok Kapten yang Tega Biarkan Korban KM Sinar Bangun, Kata Biadap dari Hotman Paris

hotmanparisofficial
Biadaaaaapppppppp
instagram.com/hotmanparisofficial

Unggahan yang telah disukai sebanyak 96 ribu pengguna Instagram itu pun menuai beragam reaksi dari netter.

Banyak yang netter yang sependapat dengan pernyataan Hotman Paris tersebut.

farel_fahrezy : Ayo kita berpikir, bang hotman bisa menangis hanya karena lihat di youtube, bang hotman bisa menangis padahal mungkin tidak ada hubungan sedarah dengan para korban. Apa iya kita tidak peduli? Bang hotman saja menangis!

asepsumiarsa : Hrs diusut bang yg punya kapal ferrynya 

zaky_zuhri : Baru kali ini lihat bang @hotmanparisofficial sosok yg di takuti para mafia2 hukum menangis. Trlepas dari sisi buruk kau yg lihat orang, hati kau luar biasa mulia nya bang

adriananovriyanti : Aduh tulang ini sampe nangis merobek baju nya

normal_stg : Kami percaya kalau pak hotman dan tim turun kelapangan untuk membantu tragedi ini..berikan hukum bagi pelaku yg lalai atas hidup orang..thanks 

 Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi langsung dari Hotman Paris terkait unggahannya tersebut.(*) 


 
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help