Ramadhan 1440 H

LAPK Sebut Padamnya Listrik di Bulan Ramadhan Bukti Tidak Ketidakprofesionalan PLN

Sekretaris LAPK, Padian Adi S mengatakan bahwa PT PLN Wilayah Sumatera Utara tidak menjalankan manajemen resiko.

LAPK Sebut Padamnya Listrik di Bulan Ramadhan Bukti Tidak Ketidakprofesionalan PLN
Tribun Medan / M Fadli
LAPK Sebut Padamnya Listrik di Bulan Ramadhan Bukti Tidak Ketidakprofesionalan PLN . Sekretaris lembaga advokasi perlindungan konsumen (LAPK), Padian Adi S Siregar, Rabu (4/7/2018). 

LAPK Sebut Padamnya Listrik di Bulan Ramadhan Bukti Tidak Ketidakprofesionalan PLN

TRIBUN-MEDAN.com- Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumatera Utara menegaskan bahwa padamnya listrik saat Bulan Ramadan bukti ketidakprofesionalan PT PLN (Persero).

Sekretaris LAPK, Padian Adi S mengatakan bahwa PT PLN Wilayah Sumatera Utara tidak menjalankan manajemen resiko.

"Ya, pemadaman ini merupakan manajemen resiko di PLN Sumut tidak berjalan dengan baik. Karena, idealnya manajemen PLN itu sudah bisa mengantisipasi jika kita mengikut alibi mereka yang menyatakan bahwa ada kerusakan gardu induk," kata Padian, Sabtu (11/5/2019).

"Menurut saya, bahwa ada kerusakan yang terjadi. Meskinya kalau berjalan manajemen resikonya pembangkit yang bermasalah itu tidak akan terjadi pada Ramadan ini," sambungnya.

Menurut Padian, ketidak profesionalan PLN adalah terlalu gampang menyatakan tidak akan ada pemadaman saat Ramadan. Namun, faktanya pemadaman masih terjadi saat Ramadan.

PLN Bantah Lakukan Pemadaman Listrik dengan Sengaja: Kami Jualan Listrik, Nggak Mungkin Memadamkan

PLN Jamin Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik saat Ramadan di Medan dan Sekitarnya

Gubernur Edy Perintahkan Sekda Pantau Kondisi Kelistrikan agar Tak Lagi Ada Pemadaman di Ramadhan

Gubernur Edy Buka Suara Terkait Pemadaman Listrik di Sumut saat Bulan Ramadan, TONTON VIDEO. .

"Bahkan faktanya, hitungan hari sudah terjadi pemadaman. Berarti, data yang mereka miliki bahwa pembangkit-pembangkit yang mereka miliki tidak dicek dengan baik. Sehingga mengeluarkan statemen asal-asalan tanpa memiliki data yang lengkap (akurat)," ungkapnya.

Padian menjelaskan bahwa melihat pengelolaan dan perawatan yang ada di pembangkit baik yang ada di Pangkalan Susu, Sarula, maupun di Belawan seharus mereka bisa mengecek dengan benar agar tidak ada kelalaian.

Antisipasi Bentrok, Lapas Tanjunggusta Tingkatkan Kewaspadaan dan Pendekatan Persuasif

KPU Medan Targetkan Rekapitulasi Suara Rampung Hari Ini

Daftar Caleg dan Parpol Peraih Suara Terbanyak di Dapil Sumut I, PDIP dan Edward Hutabarat jadi Raja

"Seharusnya maintenencenya, sparepart yang ada di pembangkit itu kalau bermasalah harus diperiksa, sehingga apabila memang ada daya tahan sparepart itu tidak begitu kuat harus diperbaiki dan selalu setahun sekali sudah rusak," beber Padian.

"Dan idealnya ini, PLN mencari alasan saja dan mengkambing hitamkan pembangkit yang ada di Belawan itu. Selain itu faktanya, dengan datangnya kapal Turki pembangkit listrik (Marine Vassel), pembangkit listrik Sarula dan yang ada di Tapanuli, semestinya pembangkit listrik diesel di Belawan itu tidak berfungsi lagi," urainya.

6 Fakta Seputar Cacar Monyet yang Membuat Heboh di Singapura

Kisah Haru Caleg Muda Lolos di DPRD, Pagi Garap Skripsi dan Malam Kampanye

Pelatih PSMS Medan Kepincut Gaya Main Wahyu Pemain PSPS Selection: Punya Karakter Main Anak Medan

Surat Cekal Kivlan Zen Dicabut, Padahal Sudah Dicegat Saat Mau Pergi ke Singapura

Oleh karena itu, LAPK berharap kedepanya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan tokoh agama harus mewanti-wanti PLN jangan sampai melakukan tindakan yang sama.

"Karena bukan tidak mungkin hal seperti itu memancing kemarahan masyarakat umum. Terutama yang tengah menjalankan ibadah puasa," pungkas Padian.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved