Edy Rahmayadi Minta Tidak Ada Lagi Listrik Padam saat Bulan Ramadan

“Saya minta tolong kepada saudara-saudara sekalian, ini jangan sampai terulang lagi," kata Edy.

Edy Rahmayadi Minta Tidak Ada Lagi Listrik Padam saat Bulan Ramadan
HO
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memimpin pertemuan dengan Perusahaan Litsrik Negara dan Pertamina Gas di lantai 10 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUN MEDAN.com-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepada PT Perusahaan Listrik Negara agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi di Medan dan sekitarnya. 

“Saya minta tolong kepada saudara-saudara sekalian, ini jangan sampai terulang lagi. PLN harus siaga 24 jam seperti suami SIAGA (Siap Antar Jaga) yang istrinya mau melahirkan, jadi bila ada yang tidak biasa terjadi cepat ketahuan dan bisa diantisipasi,” katanya saat bertemu dengan PT PLN dan PT Pertamina Gas di ruang rapat Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/5/2019). 

Menurut Edy, pemadaman listrik dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. 

Baca: Listrik Mati Lagi, LAPK Medan: Pemadaman saat Ramadan Seolah Ritual Wajib bagi PLN Sumut!

Baca: Gubernur Edy Buka Suara Terkait Pemadaman Listrik di Sumut saat Bulan Ramadan, TONTON VIDEO. .

Baca: Listrik Berulang Kali Padam selama Ramadan, Tokoh Ulama Asahan Datangi Kantor PLN Kisaran

Senior Manajer Distribusi PT PLN Wilayah Sumatera Utara Taufik Hidayat menyampaikan, pemadaman listrik pertama karena rusaknya Current Transformer (CT) di beberapa pembangkit listrik Sumut. Sedangkan yang kedua dikarenakan penurunan drastis pasokan gas untuk PLN yang membuat beberapa pembangkit listrik tidak berfungsi.

“Untuk pemadaman listrik yang pertama, Kamis menjelang sahur itu karena rusaknya CT di beberapa PLTU kita. Itu segera kami ganti dan dalam waktu sekitar 30 menit bisa kembali beroperasi dan listrik kembali normal. Sedangkan yang kedua adanya penurunan tekanan supply gas ke PLN sehingga beberapa pembangkit listrik kita tidak bekerja, tetapi kami juga terus berupaya untuk memperbaikinya dengan berkoordinasi bersama PT Pertamina Gas,” ungkapnya.

Penurunan tekanan gas untuk PT PLN pada kasus ini terjadi bukan bersumber dari Pertamina, melainkan tingginya penggunaan listrik masyarakat Sumut dan Aceh pada bulan Ramadan, sehingga masalah ini muncul. Namun, karena sumber gas Pertamina Gas Sumut dari Arun Natural Gas Liquefaction, Kabupaten Aceh Utara maka butuh waktu untuk mengembalikan tekanan.

“Ada peningkatan signifikan konsumsi listrik di Sumut sehingga terjadi beberapa masalah termasuk dropnya flowrate gas untuk PLN. Tetapi, segara kita tangani, kami membuka aliran gas dari Arun untuk menambahkan tekanan ke PLN."

"Arun cukup jauh dari Belawan, jadi untuk meningkatkan tekanan ke PLN tidak bisa segera, butuh waktu. Tetapi, masalah tidak ada di Pertamina,” kata Asisten Manajer Operasi Pertamina Gas Sumut Ramses J Napitupulu. (cr19/tribun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved