Tangan Kompol Dodi Sulit Disambung

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Timur

Tayang:
Editor: Fariz

Ulil mengakui dia tidak pernah menaruh curiga akan menjadi target teror. Karena itu, firasat maupun gelagat biasa-biasa saja. "Tidak ada sama sekali, tidak ada firasat. Oke-oke saja tidak ada gelagat apa-apa. Istri juga oke-oke saja," kata Ulil putra Abdullah Rifa'i pengasuh pesantren Mansajul Ulum, Pati, dan menantu dari Mustofa Bisri, kyai dari pesantren Raudlatul Talibin, Rembang.

Ulil menyaksikan Kompol Dodi dan kawan-kawan berusaha menjinakkan bom melalui tayangan televisi. "Saya sempat menonton di TV, prihatin saya, ada jatuh korban. Saya berharap teror seperti ini tidak boleh dibiarkan, pemerintah harus mengungkap. Semoga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi, sebab menurut saya ini salah satu teror terhadap tahapapan dalam kehidupan berbangsa di negara kita," kata Ulil.

Dia menduga, ada banyak kemungkinan motif di balik teror tersebut, antara lain bisa terkait upaya dia mengadvokasi kebebasaran beragama, dan mungkin juga terkait aktivitas politik dia di Partai Demokrat. Ulil memang belakangan bersuara lantang mengenai politik. Salah satu, dia mendesak agar Partai Golkar mundur dari Sekretariat Gabungan Koalisi 9 partai pendukung pemerintah termasuk Partai Demokrat. Konsekuensinya adalah, presiden harus mereshuffle dan menggeser menteri dari Golkar.

Ulil menduga, teror muncul sejak dia mulai bersuara dalam isu-isu sensitif. "Misalnya reshuffle," jelas Ulil. Walau demikian, dia merasa tak punya musuh. Dugaan awal, kata Ulil, apa yang ia suarakan selama ini terkait reshuffle kabinet, di balik paket kiriman untuknya yang ternyata, sebuah paket bom.

"Saya sudah tidak lagi aktif di JIL. Jadi, mungkin tidak ada kaitannya dengan itu (teror bom). Saya tak punya musuh, dan teman saya banyak," kata Ulil. Dan andai berkait dengan JIL, mengapa teror tidak dulu. Bukan hanya Ulil. Pada hari yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Merre juga dikirimi paket bom, mirip dengan paket bom berupa buku yang ditujukan Ulil.

Paket bom itu, menurut laporan, langsung diledakkan Polri di kantor Badan Narkotika Nasional, kawasan Cawang, Jakarta Timur. Dijelaskan, setelah diledakkan,  kemudian lokasi disterilkan. Benda yang diduga bom ini kemudian langsung dibawa tim gegana untuk penyelidikan lebih lanjut. Waktu pengirimannya tidak berbeda jauh. Sekitar pukul 10. 00 WIB, pagi.(tribunnews/rek/amb/yat/yog/iwa/coz/adi/roy)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved