Paham Ginting : Terapkan Budaya Dalam Strategi Pemasaran Pariwisata

Di Sumatera Utara, kebudayaan dan pariwisata

Paham Ginting : Terapkan Budaya Dalam Strategi Pemasaran Pariwisata


Laporan wartawan Tribun Medan/Eris

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN--Di Sumatera Utara, kebudayaan dan pariwisata terus menunjukkan perkembangannya. Disaat perdagangan sektor migas di dunia internasional kian merosot, Sumut seharusnya mampu membangun sektor pariwisata untuk menggaet para wisatawan atau mungkin investor untuk datang ke Sumut. Bahkan dikaji dari perspektif bisnis, strategi marketing alias pemasaran pariwisata Sumut seharusnya penting untuk dikembangkan.

Strategi manajemen dan marketing pemasaran inilah yang coba dipadukan Prof Paham Ginting untuk pariwisata Sumut. Dengan konsep menata ulang strategi pemasaran pariwisata Indonesia dengan Tourism Satisfaction, tren pengembangan produk wisata, katanya, seharusnya semakin nature-contact  dan people contact.
“Khususnya untuk Sumut, kita harus pakai strategi pemasaran yang baru untuk pemasaran pariwisata.,” kata Direktur Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU) ini.
Ia menyebutnya “Strategi Tiga Serangkai Pariwisata”. Strategi ini, katanya, disesuaikan dengan adat budaya Batak Karo “Merga Silima, Tutur Siwaluh, Rakut Sitelu”. Filosofinya berarti adanya rasa hormat dengan sopan dan santun, adanya arahan  motivasi, serta dikendalikan dengan penuh kasih saying serta kewaspadaan.
Strategi Pemasaran Pariwisata Sumut, tambahnya, memang harus menggunakan model tourism satisfaction approach. Keunggulan kepemilikan sumber daya alam ini sebagai aset yang tangibel harus dipadukan dengan aset yang intangible, seperti teknologi, kultur, dan reputasi serta sumber daya manusia dengan superioritas skill dan knowledge.
Produk strategi ini, jelasnya, yaitu “One Village One Product” yang perlu dimodifikasi ke dalam gerakan “Satu Daerah Satu Keunggulan”. Konsep tersebut intinya ialah mempersiapkan infrastruktur yang kuat, interkoneksitas antar-kabupaten untuk saling mempromosikan dan mempersiapkan SDA serta SDM penunjang pariwisata dan kebudayaan di masing-masing daerah.
“Pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis harus bisa melihat strategi baru dalam mempopulerkan pariwisata Sumut. Itu kalau kita tidak ingin ketinggalan,” kata pengusaha perhotelan ini.

 (ers/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved