Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Menteri Sandiaga Uno Ungkap Potensi Alam dan Ekonomi Kreatif menjadikan Danau Toba Wisata Dunia

Malah saya sudah dapat marga sekarang, Sandi Uno Kudadiri (marga dari Suku Pakpak. Tapi belum potong kerbau. Karena ekonomi masih memprihatinkan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Feriansyah Nasution
TRIBUN MEDAN/Daniel Siregar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Harian Tribun Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Medan pada Sabtu (27/3/2021) malam, usai dirinya berkunjung ke Danau Toba. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno yang dilantik oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 23 Desember 2020, langsung bergerak cepat membenahi 5 Destinasi Super Prioritas di Indonesia, termasuk Danau Toba.

Terlebih pandemi covid-19 yang melanda dunia, juga Indonesia membuat industri pariwisata mengalami keterpurukan, akibat minimnya kunjungan wisatawan dan turunnya daya beli masyarakat.

Meski baru dilantik pada akhir tahun lalu, Sandi konsisten untuk selalu berkunjung ke Danau Toba, demi mengembalikan geliat pariwisata maupun ekonomi kreatif para pelaku usaha di sana.

Di sela-sela kunjungannya ke Danau Toba, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyempatkan berkunjung ke kantor Harian Tribun Medan, Jalan KH Wahid Hasyim Medan pada Sabtu (27/3/2021) malam.

Beliau pun menceritakan berbagai hal menarik tentang kondisi Danau Toba yang memiliki banyak potensi untuk benar-benar siap menjadi lokasi pariwisata dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Wali Kota Medan Bobby Nasution berjalan-jalan di Kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Sabtu (27/3/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Wali Kota Medan Bobby Nasution berjalan-jalan di Kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Sabtu (27/3/2021). (Dok. Humas Pemkot Medan)

n-Medan.com (T) dengan Sandiaga Uno (S). 

T: Sejak dilantik 23 Desember tahun lalu, sudah beberapa kali mengunjungi Danau Toba. Apa saja yang dilakukan di Danau Toba?

S: Kunjungan pertama saya lakukan sebelum tahun baru, tanggal 30 dan 31 (Desember). Saya melihat bagaimana Danau Toba beradapatasi di tengah pandemi. Saya melihat dari back data (beberapa situs perjalanan). Beberapa data yang kami analisa, bahwa kunjungan ke Danau Toba justru mengalami peningkatan, dibandingkan pandemi tahun 2020.

Dan kita sekarang melihat bahwa kunjungan pertama saya itu bahwa Danau Toba adalah bagian daripada tren pariwisata bahari yang personilize, customize, localize, dan smell in size, yang datang itu dua hingga tiga mobil, keluarga terus mereka datang ke minat-minat khusus mereka. Dan mereka datang dari Bandung, dari Jakarta, Lampung sampai dari Padang. Dan mereka mencari suatu yang lain dari pandemi yaitu pariwisata berbasis budaya dan alam terbuka, jadi nature dan culture.

Kunjungan kedua, saya memfokuskan untuk mempersiapkan quick wins. Jadi dalam tiga bulan ini bagaimana mencapai satu hal yang harapannya bisa membangkitkan semangat, memupuk motivasi, membuka adaptasi dan kunjungan itu kami meluncurkan program Beli Kreatif Danau Toba. Jadi produk-produk kreatif Danau Toba itu kita launching.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved