Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Djarot Ungkap Pemimpin Harus Membumi, Senang Gebrakan Bobby hingga Konsolidasi PDI-P di Sumut

jarak antara pemimpin dan rakyat itu harus dekat, tidak boleh jauh. Semakin jauh, maka semakin kita sulit untuk bisa memastikan bahwa

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Feriansyah Nasution
TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut/Anggota DPR RI, Djarot Saiful Hidayat (kiri) saat diwawancarai Manajer Produksi Harian Tribun Medan Perdata Ginting (kanan) dalam program Ngopi Sore Tribun Medan, di Kantor Harian Tribun Medan, Jl KH Wahid Hasyim, Medan, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Djarot Saiful Hidayat berhasil lolos ke Senayan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024. Saat ini, Djarot juga sebagai Ketua Badan Pengkajian MPR RI serta Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara. 

Di sela-sela kesibukan Djarot di DPR RI, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyempatkan berkunjung ke kantor Harian Tribun Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Medan pada Jumat (2/4/2021) sore. Berbagai hal menarik diungkap dan diperbincangkan di antaranya tentang blusukan, money politic, kepemimpinan, hingga Konsolidasi PDI-P di Sumut

Berikut petikan wawancara eksklusif bersama Anggota DPR RI Djarot Saiful Hidayat (D) pada program Ngopi Sore Tribun Medan yang dipandu Perdata Ginting Manajer Produksi Harian Tribun Medan (T), pada Jumat (2/4/2021) sore, yang mengangkat tema: PDI Perjuangan Menjawab Tantangan.

T : Pak Djarot sudah 10 tahun menjadi Wali Kota di Blitar, dilanjutkan menjadi Wakil Gubernur dan sempat menjadi Gubernur Jakarta. Pak Djarot dikenal dengan gaya kepemimpinan yang membumi, sering turun ke bawah. Kalo sistem Pak Joko Widodo sistem blusukan.
Sekarang setelah menjadi anggota DPR RI, apakah ada alasan khusus mengapa Pak Djarot masih memilih gaya kepemimpinan yang seperti ini?

D : Begini, substansi dari seorang pemimpin bukan hanya sekedar teori dan ilmu, dan pemimpin ini harus memijak bumi. Oleh karenanya, maka jarak antara pemimpin dan yang dipimpin itu harus semakin dekat. Kalo kita ingin betul-betul menyatu dengan rakyat kita harus datang dengan yang dipimpin. Sehingga kita merasakan apa yang dia pikirkan, apa yang dia harapkan, persoalan-persoalan apa yang saat ini sedang dia rasakan. Termasuk potensi-potensi apa yang dimiliki oleh masyarakat kita. Dengan cara itu maka keputusan yang diambil, program yang dirumuskan, itu harus betul-betul sesuai dengan kondisi masyarakat dimana seseorang itu memimpin. Itu kita lakukan di Blitar sebagai eksekutif di Blitar maupun di Jakarta.

Maka jarak antara pemimpin dan rakyat itu harus dekat, tidak boleh jauh. Semakin jauh, maka semakin kita sulit untuk bisa memastikan bahwa program-program itu sesuai dengan keinginan dan harapan rakyat. Program kebijakan itu tidak bisa diputuskan, dirumuskan, didiskusikan di ruang yang tertutup, di gedung-gedung AC, no.

Dia harus membumi, sehingga betul-betul kita mengetahui apa harapan, apa potensi, apa keinginan, dan apa persoalan-persoalan aktual yang dilihat oleh rakyat.

T : banyak sekarang media sosial ada instagram ada macam-macam. Dan biasanya juga bisa menyampaikan persoalan lewat itu, tapi apakah cara yang membumi dengan berdialog secara langsung itu lebih efektif atau bagaimana?

D : Tergantung, kalau sekedar untuk meraih popularitas, mempunyai menambah follower yang banyak dan lain sebagainya, itu kemasan-kemasan itu oke silahkan. Tetapi yang secara substansial itu akan lebih efektif kalau orang itu turun ke bawah, dia langsung berdialog.
Sesuatu yang sifatnya alamiah, sesuatu yang sifatnya tanpa rekayasa, itu lebih efektif.

Kalo misalnya instagram, instagram itu ada yang like, itu oke. Tapi ada juga yang sekedar dalam tanda kutip di-setting ya. Tapi untuk menambah follower silahkan saja. Kalau saya pribadi oke itu penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kita selalu turun, kita selalu menyapa rakyat, kita selalu berdialog dengan rakyat dan sekali lagi jangan ada jarak yang terlampau lebar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved