Medan Hujan Abu
November Puncak Curah Hujan Tertinggi di Siantar
Akhir-akhir ini, warga Siantar dan Simalungun terus dibuat resah oleh hujan yang kerap turun
Laporan Wartawan Tribun Medan/Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, Siantar - Akhir-akhir ini, warga Siantar dan Simalungun terus dibuat resah oleh hujan yang kerap turun, terutama di sore hingga petang hari. Para pegawai dan pekerja lainnya pun khawatir saat hendak berangkat dan pulang, serta saat menjalankan aktivitas mereka. Apalagi bagi mereka yang hidup seorang diri atau tinggal di indekos. Banyak dari mereka terpaksa harus mengelus dada saat tiba di rumah, karena pakaian mereka kembali basah seperti sedia kala saat baru dicuci.
"Waduh, basahlah jemuranku ini," ujar Ari, seorang pegawai sebuah bisnis franchise di Jalan Medan KM 35, Minggu (24/11), saat hujan deras turun dan tak kunjung berhenti.
Keresahan serupa juga dirasakan Dian, pegawai di Pemerintahan Kota Pematangsiantar. Sehari-hari, ia menjadi sulit dalam menjalankan pekerjaannya. "Jadi susahlah. Takut basah. Pakai mantel pun berapa kali hebatnya mantel. Dipakai sekali oke. Tapi hujannya kadang 2 kali, kadang 3 kali sehari. Apalagi macam saya kerja lapangan. Sering bawa kamera, dokumen-dokumen," ujarnya.
Hujan di wilayah Siantar sungguh tak bisa diprediksi. Tak hanya di sore hari, hujan juga kerap terjadi ketika matahari sedang memancarkan sinarnya. "Belum lagi kadang-kadang harinya panas pun, bisa pula hujan," sambung Dian.
Musim hujan juga membuat perekonomian masyarakat terganggu. Seperti Ani. Penjual es kelapa muda di Jalan Asahan ini mengaku mengalami penerunan pendapatan selama musim hujan. "Kurang laku jadinya. Biasa bisa laku sampai 25 buah. Ini paling cuma 10 buah," ujarnya.
Kepala BMKG Sumut Hendra Swarta mengatakan, musim hujan di bulan November ini merupakan puncak curah hujan tertinggi di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya. "Inilah dia memang November ini curah hujannya paling tinggi tahun ini di Siantar," ujarnya melalui telepon seluler.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat Kota Siantar dan sekitarnya agar lebih berhati-hati. "Hindari berada di dekat pohon-pohon tinggi. Hindari longsor. Apalagi di daerah-daerah perbukitan, kayak di daerah Siantar- Simalungun ini kan rata-rata banyak bukitnya," ujarnya.
(cr1/tribun-medan.com)