Ngopi Sore
Darah Itu Masih Merah Jenderal: Hantu PKI dan Maaf Jokowi
Jokowi dalam kapasitas sebagai kepala negara, menyatakan penyesalan negara dan berjanji menyelesaikannya.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Atas hal inilah, Jokowi dalam kapasitas sebagai kepala negara, menyatakan penyesalan negara dan berjanji menyelesaikannya. Pemerintah akan melibatkan banyak pihak, termasuk militer dan Komnas HAM, untuk mengetahui peristiwa yang sesungguhnya. Apakah PKI, Komunisme, dan Peristiwa 1965 yang selama bertahun-tahun ditanamkan sebagai kebenaran oleh Pemerintah Orde Baru, benar-benar merupakan fakta sejarah, atau sebaliknya, pembengkokan sejarah.
Sampai di sini muncul pertanyaan, seberapa pentingkah penyesalan ini? Adalah fakta bahwa sebagian besar orang yang pernah mendapat sengsara karena peristiwa 1965 sudah meninggal dunia. Sekiranya pun ada yang masih hidup, nafas mereka sudah berada di batas larut senja. Bagi mereka, seperti pernah dikemukakan Pramoedya Ananta Toer, entah itu penyesalan atau permintaan maaf, tiada akan lebih dari basa-basi saja.
Tapi bagi perjalanan negeri ini ke depan, barangkali memang penting. Sekadar supaya kita tidak terus-menerus memandang PKI dan Komunisme sebagai hantu yang menakutkan.
Twitter: @aguskhaidir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pkiiii_20150930_135050.jpg)