Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Hercules Bawa Genset ke Nias

Tidak hanya itu, bila seluruh mesin genset tiba di Nias, ada 22 mesin yang diutamakan untuk menyuplai listrik ke kantor pelayanan masyarakat.

Tayang:

Ia menceritakan, pemadaman listrik di Kepulauan Nias terjadi sejak, Jumat (1/4/2016) malam. Pemadaman terjadi, karena dua PLTD sewa, yang masing-masing, berdaya 10 megawatt di Moawo berhenti beroperasi.

"Memang kontrak berakhir, sehingga kami mencoba untuk negosiasi. Namun perusahaan APR Energy tetap memutuskan aliran listrik. Padahal, proses diskusi sudah berlangsung sejak dua bulan lalu," ujarnya.

Akibat berhentinya pasokan listrik dari APR Energy, lanjutnya, PLN kehilangan daya 20 megawatt (MW). Sedangkan, beban puncak di Kepulauan Nias mencapai 27 megawatt.

"Upaya kami memang bagaimana memenuhi kebutuhan listrik 20 MW untuk masyarakat Nias. Kami akan mendapatkan mesin genset dari berbagai daerah. Total berapa daya mesin genset belum dapat dipastikan, karena kapasitas mesin berbeda-beda," katanya.

Ia membenarkan alasan APR Energy menolak perpanjangan kontrak, karena PLN Sumbagut punya utang Rp 70 miliar-Rp 80 miliar. Namun, utang tersebut tidak ada hubungannya dengan PLN Kepulauan Nias.

"Yang utang itu tidak ada kaitannya dengan PLN Nias. Yang punya utang adalah Sumut bukan Nias, dan kontrak utangnya beda unit. Seharusnya bukan Nias yang dipadamkan," ujarnya

Ia menyesalkan, perusahaan APR Energy tidak memikirkan hajat hidup orang banyak, khususnya masyarakat Nias. Padahal, APR Energy sudah lama menjalin kerja sama dengan PLN.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami harap pelanggan bersabar, karena kami juga sedang melakukan segala upaya agar dapat memenuhi kebutuhan listrik di Nias secepatnya," ungkapnya.

Tambah Sukarelawan
Untuk menangani krisis listrik di Nias, PLN terus mendatangkan sukarelawan tenaga teknis dan nonteknis dari luar Nias.
Pada Minggu (10/4/2016) pagi, tambahan sukarelawan berjumlah 10 orang dari Wilayah Kepulauan Riau, Jambi, dan Muarabungo telah tiba di Nias.

Hal itu membuat total tenaga sukarelawan PLN yang didatangkan dari luar Nias hingga saat ini berjumlah 95 orang, yaitu 78 tenaga teknis dan 17 tenaga nonteknis.

Para sukarelawan tenaga teknis ini diarahkan untuk membantu pengoperasian genset, proteksi, uprating dan hal teknis lainnya, mengingat para tenaga sukarelawan yang ada telah bekerja nonstop sejak 2 April.

Sementara sukarelawan nonteknis yang didatangkan bertindak sebagai koordinator baik lapangan, pemantau maupun humas.

"PLN berusaha sekuat tenaga mengembalikan situasi kelistrikan di Nias. Karena itu, tentu dibutuhkan banyak sekali tenaga tambahan agar dapat mempercepat prosesnya," ujar Senior Manager Public Relations, Agung Murdifi, kemarin.

Beberapa sukarelawan PLN dari luar Nias ini datang membawa genset bantuan. Kesulitan saat membawa genset adalah ukurannya yang besar plus jalan rusak dan rutenya sangat jauh.

"Kami menempuh waktu dua hari dua malam dari Payakumbuh. Namun demi Nias benderang kami siap lakukan yang terbaik," ucap seorang Operator Mesin Edi Saputra, yang datang membawa genset dari GI Payakumbuh ke Nias.(tribunnews/tio)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved