Ngopi Sore

Ahok, Al Maidah, dan Perkara Bohong-membohongi

Dari sudut pandang kalimat, dalam hal ini strukturnya, Ahok melakukan kekeliruan.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A

Apakah penempatan-penempatan kata 'neraka' (satu di antara kata yang paling kerap ditegaskan untuk "mengukur iman" selain 'dosa') merupakan upaya pembodohan? Jika hubungannya adalah kata 'dibohongi' pada kalimat pertama, maka jawabannya tidak. Tapi apabila konteks dan sudut pandangnya berbeda, dan kata 'dibohongi' diganti menjadi 'ditakut-takuti', kata 'neraka' memang menjadi pembodohan.

Saya teringat Aamir Khan. Teringat pendapat-pendapat yang disampaikannya lewat PK, film tentang mahluk luar angkasa yang kesasar di bumi dan berupaya kembali ke tempat asalnya melalui upaya pencarian Tuhan.

Bhagwan hai kaha re tu, kata PK. Tuhan di manakah Kau? Aku sudah bersujud, sudah berbicara lewat pengeras suara, ke kuil, ke masjid, ke gereja, telah membaca Ghita, membaca Al Quran, Injil, dan semua kitab suci, kata PK, tapi Tuhan, di manakah Kau? Pemuka agama banyak dan bicara berbeda satu sama lain, Tuhan di manakah Kau?

Siapapun yang pernah menonton PK tahu bagaimana mahluk ini pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi antara dia dan Tuhan tidak sampai karena "salah sambung", dan hal ini terjadi lantaran petunjuk yang keliru dari pemuka-pemuka agama yang piawai mengelola dan memanfaatkan ketakutan manusia terhadap dosa dan neraka. PK menyebutnya sebagai 'Bisnis Soal Ketakutan', dan siapapun yang terbujuk "bisnis" ini adalah orang-orang yang terbodohkan.

Di dunia nyata tentu saja yang seperti ini banyak sekali. Tak terkecuali di Indonesia. Banyak orang terbujuk dan terbodohkan oleh guru-guru yang sesat. Paling mutakhir Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Akan tetapi dalam perkara Ahok ini, selain bohong-membohongi, tidak ada juga upaya pembodohan. Yang ada saya kira adalah penegasan yang disampaikan secara terus-menerus dan belakangan semakin sering sehingga oleh pihak-pihak yang berseberangan kubu akan dipandang sebagai serangan yang meneror. Ahok berupaya melakukan tangkal terhadap serangan ini. Dan caranya, saya kira, sangat-sangat keliru.

twitter: @aguskhaidir

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved