Ngopi Sore
Untuk Apa Datang ke Hambalang, Pak Jokowi?
Peristiwa ini jelas istimewa. Bukan semata-mata lantaran status keduanya, tetapi juga berbagai kemungkinan latar belakang pertemuan itu sendiri.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Rekomendasi pada poin 167 yang beredar di kalangan terbatas itu, antara lain menyebut nama dua mantan petinggi militer (TNI AD) yang pernah memiliki keterkaitan dengan Prabowo Subiyanto: AM Hendropiyono dan Muchdi Purwoprandjono (Pr).
Hendropriyono sejak lama berseberangan dengan Prabowo, sedangkan Muchdi sebaliknya. Mereka berkawan akrab dan sepemahaman politik. Bersama-sama Muchdi Pr, Prabowo membangun Gerindra --meski belakangan terjadi friksi di antara mereka berdua, dan Muchdi keluar dan Gerindra untuk menyeberang ke PPP.
TPF menyebut tiga nama lain yang juga berhubungan erat dengan militer. Berhubungan dengan faksi-faksi militer di masa lalu dan masih memiliki jejak dan kekuatan sampai sekarang. Faksi-faksi yang bekerja bagaikan bayang-bayang, yang apabila diganggu, niscaya punya kuasa dan kekuatan yang jauh lebih besar dan destruktif dibanding unjuk rasa anti Ahok yang digeber Rizieq Shihab. Dan untuk itulah, mungkin, Jokowi datang ke Hambalang.
twitter: @aguskhaidir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokprabss_20161031_185750.jpg)