Baca Selengkapnya di Tribun Medan
Polisi Prioritaskan Jaga 4 Titik
Menurut Erry, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan momen berlibur bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Walau tidak memiliki persiapan khusus, namun ia meminta jemaat meningkatkan kewaspadaan. Jika perlu setiap orang yang datang wajib mengisi buku tamu, sehingga bisa diidentifikasi.
"Kita tingakatkan kewaspadaan. Kenali siapa yang hadir," katanya. Namun, pastor asal Flores tersebut menambahkan, mereka tetap akan menerima jemaat lain yang ingin beribadah dengan tangan terbuka, tanpa memilah-milah jemaat yang hadir.
"Mau Katolik mau tidak, kita tetap terima. Kita berusaha untuk menciptakan tempat aman yang nyaman untuk siapa saja," katanya.
Sesarius mengatakan, Natal adalah momen kelahiran Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Ia mengatakan, dengan kehadiran Yesus di tengah-tengah jemaat akan memberikan rasa damai.
"Menjadi harapan semua orang agar Natal berjalan damai," katanya. Ia menambahkan, penangkapan terduga teroris Roni Syamsudi Lubis alias Syafii, menimbulkan rasa waswas dan cemas bagi masyarakat. Namun, katanya, sebagai orang yang beriman, jemaat Katolik diharapkan bisa bertindak dan berpikir positif.
"Khawatir dan cemas wajar. Tapi tidak curiga dan benci," katanya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting memastikan, perayaan Natal 2016 di Sumatera Utara akan berjalan aman. Ia mengatakan, Polda Sumut akan bekerja keras untuk mengamankan kegiatan Natal dan Tahun Baru.
Rina menambahkan, seluruh kekuatan Polri dan TNI beserta jemaat gereja akan bahu-membahu melakukan pengamanan. Ia menambahkan, Kapolda telah memerintahkan kapolres beserta jajarannya untuk mengamankan gereja.
Menurutnya, jumlah petugas kepolisian beserta TNI akan diterjunkan ke lokasi gereja akan disesuaikan dengan estimasi jumlah jemaat yang akan beribadah. "Jumlah personel akan disesuaikan. Bila jemaatnya banyak, maka personelnya juga banyak," katanya.
Ia mengatakan, polisi memiliki pola pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat. Awalnya, petugas akan melakukan sterilisasi di luar gereja dan lahan parkir. Setelah dianggap aman, maka pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.
"Setelah kita melakukan sterilisasi di luar, pengamanan selanjutnya dilakukan di ruangan. Setelah aman, jemaat baru dipersilakan masuk," katanya.
Rina meminta, untuk meminimalisir benda terlarang yang akan dibawa orang-orang tertentu, Polda Sumut mengimbau jemaat tidak membawa tas sandang atau tas perempuan.
"Kita imbau agar jemaat tidak membawa tas," katanya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja agar menyediakan meja panjang untuk memeriksa barang bawaan jemaat. "Kalau pun ada yang bawa tas kita akan periksa dan minta tas bawaannya di letakkan di luar," katanya.
Resah
Sintua Gereja HKBP Dame Jalan Pembangunan, Gang Dame No14 Helvetia, Kastor Simanjuntak, dan Guru Huria Gereja K Silalahi mengaku, resah dengan adanya teror bom yang dilakukan orang tak dikenal beberapa hari lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugas-jihandak-yon-zipur-idd-gereja-dame-tribun_20161223_172409.jpg)