Baca Selengkapnya di Tribun Medan
Polisi Prioritaskan Jaga 4 Titik
Menurut Erry, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan momen berlibur bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Namun, kata Kastor, mereka telah memikirkan beberapa langkah untuk mengantisipasi ancaman bom pada perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini.
"Dengan kunjungan Beliau-beliau (Jihandak Yon Zipur I/DD) ini, tentu mengingatkan kami untuk lebih waspada. Ada beberapa hal yang sudah kami sampaikan ke jemaat guna mengantisipasi tindakan bom. Pertama, tidak membawa tas yang dirasa tidak perlu," kata Kastor, kemarin.
Ia menambahkan, jemaat juga diminta untuk mengawasi orang yang tidak dikenal. Apabila ada orang tak dikenal berkeliaran di dalam gereja, sebaiknya jemaat segera melapor.
"Kami juga meminta kepada para jemaat untuk tidak mengenakan jaket yang dirasa berlebihan. Kami juga meminta beberapa jemaat melakukan penjagaan di pintu masuk," kata Kastor.
Pada perayaan Natal tahun ini, lanjutnya, tim pengamanan akan secara bergantian duduk di dekat pintu masuk. Ini guna memudahkan pemantauan dan melihat orang asing.
"Semua akan dapat giliran berjaga. Karena, ini demi kenyamanan jemaat yang beribadah di gereja sini," ungkap Kastor.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, petugas penjinak bahan peledak (Jihandak) Batalyon Zeni Tempur I/Dhira Dharma melakukan strelisasi. Simak selengkapnya di edisi cetak Harian Tribun Medan, Sabtu (24/12/2016)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugas-jihandak-yon-zipur-idd-gereja-dame-tribun_20161223_172409.jpg)