Baca Edisi Eksklusif Tribun Medan
Kisah Pembunuhan Kuna, Anak Rawi Kerap Mengigau saat Tidur
"Mayat abang kami itu kotor sekali. Waktu saya lihat di rumah sakit, tubuhnya penuh pasir. Saat akan kami makamkan, kepala belakangnya hancur,"
Mereka juga meminta, agar adik Rawi bernama Rakesh tidak diganggu, karena dia juga tidak tahu menahu soal penembakan ini.
"Abang kami si Rakesh ini sempat bantu-bantu mendiang Kuna. Kami mohon, dia ini jangan diapa-apain lagi. Karena dia enggak ada hubungannya sama kasus ini," ungkap Reka.
Ia berkata demikian karena Rakesh sempat dicurigai oleh pihak keluarga Kuna sebagai mata-mata. Ketika Kuna tewas ditembak, Rakesh yang mengenal Kuna sempat berkunjung ke rumah duka.
Namun, belakangan, ketika Rawi ditangkap, Rakesh pun dianggap bersekongkol dengan kakaknya itu.
"Bang Rakesh ini di bawah bang Rawi. Jadi mohon dia jangan diapa-apakan lagi. Cukuplah kami kehilangan bang Rawi. Jangan sampai adalagi anggota keluarga kami yang terluka, apalagi sampai meninggal dunia," pungkas Reka.
Bagaimana kelanjutan proses kasus yang sedang diselidiki secara detail Polrestabes Medan ini?. Benarkah para pelaku merupakan pembunuh bayaran sebagaimana disebutkan sebelumnya? Simak selengkapnya di edisi cetak Tribun Medan, Selasa (31/1/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kuna_20170129_214719.jpg)