Kunjungan Raja Arab Saudi
Ke Indonesia, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Mau Apa?
Baik pemberitaan maupun keriuhan netizen itu menyinggung banyak topik, memakai beragam "nada" pula—ada yang biasa-biasa saja, obyektif, analitik,
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Rombongan Raja Arab Saudi tiba di Indonesia, hari ini, Rabu (1/3/2017). Setidaknya selama sepekan terakhir, pemberitaan media massa mengenai jadwal kunjungan ini saling bersahutan dengan keriuhan di media sosial.
Baik pemberitaan maupun keriuhan netizen itu menyinggung banyak topik, memakai beragam "nada" pula—ada yang biasa-biasa saja, obyektif, analitik, atau sebaliknya cuma nyinyir.
Baca: Jokowi Jadi Host Pertemuan Raja Salman dan Ormas Islam
Masalah serius, seperti politik dan ekonomi, ada di antaranya. Namun, beragam sisi lain turut mencuat, seperti soal sosok anggota keluarga kerajaan, rencana piknik rombongan, serta segala pernak-pernik urusan pelayanan dan pengamanan.
Dari rangkuman Kompas.com sejauh ini, ada tiga agenda "gelondongan" Raja Arab Saudi ke Indonesia. Apa saja?
1. Piknik
Betul, sejak awal rencana kunjungan ini muncul, rombongan Raja sudah mendapatkan jadwal untuk tetirah ke Pulau Dewata. Tepatnya, mereka akan ada di Bali pada 4-9 Maret 2017, setelah kunjungan kenegaraan dan beberapa agenda lain di Jakarta dan Bogor pada 1-4 Maret 2017.
Namun, jangan salah. Piknik ke Bali bukan agenda wisata tunggal rombongan Raja Arab Saudi dari keseluruhan rangkaian perjalanan kenegaraannya ke kawasan Asia kali ini. Sebelum ke Indonesia, rombongan Raja sudah singgah ke Maladewa—salah satu surga wisata bahari dunia.
Baca: Pose Berani, Raline Shah Banjir Komentar Nakal: Tutupin Lah, Dingin
Meski begitu, agenda kunjungan dan piknik tersebut sebaiknya dilihat pula dari sisi positif buat Indonesia. Kalau masih saja gagal menemukan rasa positif dari kunjungan ini, coba saja hitung perputaran uangnya.
Beberapa pretelan informasi bisa jadi bahan hitungan kasar rezeki "dadakan" ini. Dari biaya hotel, kendaraan, dan urusan makanan, misalnya.

Di Jakarta, rombongan utama Raja akan menginap di hotel bintang lima di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di Bali, pilihan tempat menginapnya juga tak beda kelas.
Katakanlah setiap kamar diisi dua orang anggota rombongan, dengan rata-rata rate kamar yang disewa Rp 2 juta per hari. Tinggal kalikan saja dengan sekurangnya 500 kamar dipakai selama 9 hari, sudah "ketemu" Rp 9 miliar.
Itu juga kalau "katakanlah" yang dipakai di atas sudah pas. Faktanya, harga sewa asli dari setiap hotel yang dipakai itu berkali lipat dari pemisalan di atas. Sebut saja rata-rata satu kamar bertarif Rp 5 juta, biaya sudah berlipat menjadi Rp 22,5 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman-tiba-di-bandara-halim-perdanakusuma-tribun_20170301_143439.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-arab-saudi-salman-bin-abdulaziz-salman-tribun_20170301_142537.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman_20170301_131638.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-dan-raja-salman_20170227_223146.jpg)