Kunjungan Raja Arab Saudi
Ke Indonesia, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Mau Apa?
Baik pemberitaan maupun keriuhan netizen itu menyinggung banyak topik, memakai beragam "nada" pula—ada yang biasa-biasa saja, obyektif, analitik,
Arab Saudi pun memperkirakan beragam skenario menyikapi efek anjloknya harga minyak masih akan berkembang hingga 2020. Meski sudah tak lagi menjadi 90 persen pendapatan, minyak lagi-lagi masih jadi harapan utama perekonomian Arab Saudi.
Pemasukan dari minyak pada 2017 diharapkan naik lagi, terutama setelah organisasi produsen dan pengekspor minyak pada pengujung November 2016 sepakat memangkas total kuota produksi kolektif.
Targetnya, Arab Saudi bisa meraup pendapatan senilai 480 miliar riyal—setara sekitar Rp 1.680 triliun memakai kurs Rp 3.500 per riyal Arab Saudi—dari minyak, untuk mengejar proyeksi penerimaan negara sebesar 692 miliar riyal pada 2017. Angka "minyak" ini naik dari realisasi 329 miliar riyal pada 2016.
Jadi, sepertinya tak perlu juga berlebihan membangun narasi pemaknaan soal kunjungan kenegaraan kali ini... (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman-tiba-di-bandara-halim-perdanakusuma-tribun_20170301_143439.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-arab-saudi-salman-bin-abdulaziz-salman-tribun_20170301_142537.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman_20170301_131638.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-dan-raja-salman_20170227_223146.jpg)