Pilgub Jakarta
PKB: Masak Kami Dukung Paslon yang Kalah Lagi, Maksudnya?
"Masak kami dukung yang kalah lagi, nomor satu sudah kalah. Kami enggak mau kalah dua kali, kalah sekali aja,"
TRIBUN-MEDAN.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan sikap dukungan terkait putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.
Baca: Tatkala Jokowi Dituding Tak Beretika, Faktanya Koran Berbahasa Arab Malah Menulis Begini
Baca: Ketua Umum PPP: Saya Dukung Ahok sampai Titik Darah Terakhir, Kenapa?
Baca: Sungguh Pilu, Sepulang Umrah Suami Dapati Istri dengan Pria Lain tanpa Celana Dalam di Kasur
Namun, PKB memastikan dukungan tidak pada pasangan calon yang kalah.
"Masak kami dukung yang kalah lagi, nomor satu sudah kalah. Kami enggak mau kalah dua kali, kalah sekali aja," kata Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta Abdul Azis saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (6/3/2017).
PKB DKI pada putaran pertama mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Namun paslon nomor satu itu kalah.
Baca: Ternyata Ini Latar Belakang Kenapa Ahok Singgung Surat Al-Maidah Ayat 51
Baca: Widih, Perwira dan Polwan Kepergok Ngamar di Hotel, Tersisa Satu yang Masih Jadi Misteri
Baca: Kejar dan Tabrak Penjambret, Lihat Apa yang Terjadi Setelahnya
Baca: Tiga Orang Tewas Dilalap Si Jago Merah
Saat ini PKB masih menimbang peluang menang dari Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Menurut Azis, PKB masih melihat formulasi untuk mendapatkan kemenangan putaran kedua.
Apalagi bila melihat putaran pertama, selisih Ahok-Djarot dan Anies-Sandi tidak terlampau jauh.
"Dua-duanya paslon visi-misi kesejahteraan rakyat. Kami lagi cari paslon formulasi menang," kata Azis.
Baca: Bayangan Kiswinar Bakal Ada Tangisan Haru Pupus, Reaksi Mario Teguh Saat Bertemu Mengejutkan
Baca: Simak Alasan Raja Salman Perpanjang Masa Liburan di Bali
Baca: Mengagetkan, Selagi Masih Hidup Jupe Tagih Janji Ahok, Akun Instagramnya Mendadak Dijejali Haters
Rencananya, siang ini PKB akan rapat pleno menentukan sikap dukungan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.
Dia memastikan akan menyerap suara kader PKB di tingkat bawah.
Alasan Mendukung Ahok
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz, blakblakan mengungkapkan alasannya mendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Djan mengatakan, dirinya kerap menjelaskan alasannya tersebut saat pengajian keliling.
Baca: Simpan 41 Kg Sabu Dalam Tanah, Satu Modus Sindikat Narkoba yang Berhasil Dipecahkan Polisi
Baca: Duh, Pasangan Diarak Keluar Tanpa Celana Usai Ketahuan Beradegan Intim di Kamar Pas Mal
Baca: Tuai Kritik nan Menohok, Begini Cara Anak Ustaz Arifin Ilham Menanggapinya
"Saya bikin penjelasan sampai ke kelompok pengajian bahwa saya memilih Basuki-Djarot alasannya satu. Beliau punya kontrak politik dengan saya," kata Djan kepada wartawan, Minggu (5/3/2017).
Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok telah memberi gaji bulanan kepada marbut masjid.
Pemprov DKI Jakarta juga menanggung biaya perawatan masjid.
Selain itu, kata dia, Ahok berjanji untuk menyamakan kurikulum pesantren dengan sekolah negeri.
"Beliau juga berjanji untuk membangun masjid agung di lima wilayah kota, termasuk Kepulauan Seribu. Pas zaman Bang Yos ada Jakarta Islamic Center, sejak itu belum ada pembangunan tambahan," kata Djan.
Baca: Kisah Pilu Seorang Dokter Korban KDRT hingga Tak Sadar Telah Membunuh Suaminya dengan Martil
Baca: Ada-ada Saja Ulah Mahasiswa Ini, Karena Alasan Ini Ia Menyamar Jadi Santriwati di Pesantren
Baca: Dipergoki Berbuat Mesum di Kamar Pas, Pasangan Ini Diarak Tanpa Pakai Celana
Menurut Djan, Ahok juga sudah membangun masjid di Balai Kota DKI Jakarta. Balai Kota DKI Jakarta, kata dia, belum pernah memiliki masjid dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta tengah membangun masjid raya di Daan Mogot, Jakarta Barat. Kemudian, kata Djan, Ahok juga berjanji akan menghormati seluruh kegiatan agama Islam. Contohnya, ketika bulan Ramadhan, Pemprov DKI Jakarta mengatur waktu buka tutup tempat hiburan. Jam kerja PNS DKI Jakarta dipersingkat.
"Banyak yang beliau janjikan untuk kemajuan Islam, itu janji politik di atas materai lho. Itu yang menyebabkan saya sampai titik darah yang terakhir akan mendukung beliau (Ahok)," kata Djan.
Baca: Istri Aming Tampil Feminim, Pengacara: Are You Evelyn? Cantik Banget
Baca: Menyentakkan, Sosok Pria Cantik Ini Diduga Hancurkan Rumah Tangga Aming-Evelyn
Baca: Mengudar 7 Fakta Seputar Pria Cantik yang Dekat dengan Aming, Anda bakal Terpana
Menurut Djan, program yang diangkat Ahok merupakan program yang pro umat Islam.
"Wajib hukumnya bagi partai Islam untuk membela umat Islam, dan ada gubernur yang mau. Ya kami dukung. Nah, kalau kami tidak dukung, saya yang berdosa," kata mantan Menteri Perumahan Rakyat tersebut.
Akibat Dukung Ahok
Djan mengakui banyak yang menentang keputusan dirinya untuk mendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain karena berbeda keyakinan, Ahok juga kini berstatus sebagai terdakwa kasus penodaan agama.
"Saya secara pribadi sudah mendapatkan julukan sebagai kafir. Djan Faridz kafir, ya alhamdulillah, kan berkah. Artinya, saya didoain biar jadi Islam yang lebih baik lagi," kata Djan seraya tersenyum.
Baca: Video Oknum Polisi yang Ikut Memukul Waskito saat Diamuk Massa Sudah Ditangani Propam Polri
Baca: Sangat Mirip dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Polisi Ini Jadi Rebutan Selfie
Baca: Widih, Perwira dan Polwan Kepergok Ngamar di Hotel, Tersisa Satu yang Masih Jadi Misteri
Baca: Waduh, Melawan Arus Lalu Lintas, Pria Ini Nekat Tinju Dada lalu Tampar Polwan saat Ditegur
Djan tak mempermasalahkan dirinya dicap sebagai kafir. Yang terpenting, dia membela kepentingan umat Islam. Sekali lagi, dia menyebut, program Pemprov DKI Jakarta yang telah dan akan diusung Ahok merupakan program yang pro kepada umat Islam.
"Buat apa ada kotak amal di masjid? Harusnya enggak perlu, apalagi kalau dapat anggaran perawatan masjid dari pemda. Kemudian anggaran buat gaji marbut masjid agar mereka betul-betul bisa memimpin masjid dengan baik," kata Djan.
(kompas.com/Kahfi Dirga Cahya)