Pernikahan Putri Presiden

Alasan Kahiyang dan Bobby Harus Jalani Prosesi Adat Mandailing Mangupa Haroan Boru

Putri Presiden Joko Widodo dan suaminya Bobby Nasution menyelenggarakan upacara Mangupa Haroan Boru atau Patobang Anak

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu bersama suaminya Bobby Afif Nasution mengikuti ritual adat "Mangalo-alo Mora" pada ngunduh mantu resepsi pernikahannya di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/11/2017). Mangalo-alo Mora merupakan salah satu rangkaian prosesi adat Batak Mandailing dalam rangkaian acara ngunduh mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - Putri Presiden Joko Widodo dan suaminya Bobby Nasution menyelenggarakan upacara Mangupa Haroan Boru atau Patobang Anak yang saat ini sedang berlangsung di Medan.

Upacara adat ini diselenggarakan sebagai bentuk nasehat sakral bagi pasangan pernikahan dari suku Mandailing diselenggarakan di kediaman keluarga besar Bobby di komplek Taman Setia Budi (Tasbi), Medan, Jumat (24/11/2017).

Upacara Mangupa Haroan Boru adalah salah satu serangkaian upacara adat dalam pesta perkawinan yang bertujuan mengembalikan tondi ke badan seperti yang dilansir MelayuOnline.com.

Upacara adat ini berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang memiliki tata laksana spesifik dan fungsi nasihat untuk pasangan pernikahan yang akan mengarungi bahtera kehidupan.

Baca: Pernikahan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu di Medan, Polisi Kerahkan 4.200 Pasukan Pengamanan

Pelaksanaan upacara adat Mangupa Patobang Anak atau Haroan Boru dilaksanakan pada saat melaksanakan manopot horja atau pesta besar perayaan pernikahan anak laki-laki.

Pelaksanaan upacara adat Mangupa yang bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan sekaligus mengandung ungkapan-ungkapan metafora yang bermakna doa, harapan, dan nasehat terutama kepada pasangan pernikahan.

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu bersama suaminya Bobby Afif Nasution mengikuti ritual adat
Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu bersama suaminya Bobby Afif Nasution mengikuti ritual adat "Mangalo-alo Mora" pada ngunduh mantu resepsi pernikahannya di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/11/2017) ()

Semua tata laksana upacara itu dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur karena pihak keluarga laki-laki memperoleh menantu perempuan yang akan menemani anak laki-lakinya dalam berumah tangga.

Baca: Gibran Ikut Manortor di Adat Pernikahan Kahiyang- Bobby, Tonton Videonya

Harapannya, sejak pernikahan hingga masa tua, pasangan pernikahan itu siap menghadapi kesempitan dan kesusahan, dan berbahagia di dalam kelapangan yang Tuhan ujikan kepada mereka.

Ketangguhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga tersebut merupakan bukti nyata dari pemanggilan tondi ke badan mereka melalui prosesi upacara adat Mangupa atau Upa-Upa Patobang Anak (Haroan Boru).

1. Asal Usul

Upacara Mangupa atau Upah-upah merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Upacara Mangupa bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan dan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa agar selalu selamat, sehat, dan murah rezeki dalam kehidupan.

Upaya memanggil tondi ke badan dilakukan dengan cara menghidangkan seperangkat bahan (perangkat pangupa) dan nasehat pangupa (hata pangupa; hata upah-upah) yang disusun secara sistematis dan dilakukan oleh berbagai pihak yang terdiri dari orang tua, raja-raja, dan pihak-pihak adat lainnya.

Ada tiga kondisi di mana upacara Mangupa dapat dilaksanakan, yaitu: (1) hasosorang ni daganak atau kelahiran anak (2) haroan boru atau sering dikenal juga sebagai patobang anak atau perkawinan anak laki-laki, dan (3) marmasuk bagas na imbaru atau memasuki rumah baru. (Marakub Marpaung, 1969).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved