Pernikahan Putri Presiden
Alasan Kahiyang dan Bobby Harus Jalani Prosesi Adat Mandailing Mangupa Haroan Boru
Putri Presiden Joko Widodo dan suaminya Bobby Nasution menyelenggarakan upacara Mangupa Haroan Boru atau Patobang Anak
Pada saat ini, perkembangan tradisi Mangupa telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Tapanuli Selatan sehingga terdapat banyak jenis Mangupa, misalnya Mangupa memasuki rumah baru (marbongkot bagas).
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Mangupa Patobang Anak atau Haroan Boru dilaksanakan sebelum tengah hari di rumah atau tempat pelaksanaan acara adat pernikahan (horja).
3. Pemimpin dan Peserta
Upacara Mangupa Haroan Boru biasanya dipimpin langsung oleh Raja Panusunan Bulung, yaitu seseorang yang diangkat sebagai pemimpin adat di lingkungan yang sedang mengadakan horja. Raja Panusunan Bulung memegang tampuk adat dalam upacara adat (Marakub, 1969) dan merupakan raja adat yang dianggap ahli tentang adat-istiadat (L.S. Diapari, 1990).
Raja Panusuan Bulung bertindak sebagai pemimpin yang merangkum semua hata pangupa dan membacakan Surat Tumbago Holing. Surat Tumbaga Holing adalah ayat-ayat atau kalimat-kalimat yang berisi ajaran tentang kebenaran, kebaikan, dan estetika. Raja Panusunan Bulung menerjemahkan semua perangkat pangupa dan esensi dari nasehat, harapan, dan doa dari berbagai pihak yang sudah memberikan hata pangupa berdasarkan nilai-nilai dalam Surat Tumbago Holing.
Peserta utama upacara Mangupa Haroan Boru adalah pengantin laki-laki dan perempuan. Selain mempelai, upacara Mangupa Haroan Boru harus memenuhi struktur adat dalam Tapanuli Selatan, yaitu Dalihan na Tolu (Tungku yang Tiga).
Tanpa disertai kehadiran Dalihan na Tolu, maka Upacara Mangupa tidak bisa dilaksanakan karena struktur adat tidak terpenuhi. Ketiga unsur Dalihan Na Tolu itu adalah kahanggi, anak boru, dan mora. Diapari (1990) dalam buku Adat Istiadat Perkawinan Dalam Masyarakat Batak Tapanuli Selatan memberikan batasan terhadap ketiga unsur adat tersebut sebagai berikut.
- Kahanggi, yaitu pihak atau kelompok keluarga yang semarga. Di Toba, pihak ini disebut sebagai Dongan Tubu atau Dongan Sabutuha.
- Anak Boru, yaitu pihak atau kelompok yang mengambil istri dari pihak yang pertama. Pihak ini di Toba disebut sebagai Boru.
- Mora, yaitu pihak yang memberikan istri kepada pihak pertama. Pihak ini di Toba Hula-Hula.
Upacara Mangupa sebaiknya juga memenuhi unsur adat lainnya yang mencakup Pisang Rahut, Hatobangon, Raja Pamusuk, Raja Tording Balok, Raja Panusunan Bulung dan ulama (pemuka agama). Pisang Rahut tergolong dalam kelompok anak boru, yaitu anak boru dari anak boru suhut. Hatobangon, menurut Diapari (1990), adalah wakil-wakil dari tiap marga yang bertempat tinggal di kampung yang mengadakan horja.
Raja Pamusuk dapat disamakan sebagai ketua kampung pelaksanaan upacara Mangupa (Marakub, 1969). Raja Tording Balok adalah raja-raja yang berasal dari kampung-kampung yang berdekatan dengan kampung yang sedang menyelenggarakan upacara adat.
Di perantauan, Raja Tording Balok juga bisa menjadi Raja Panusunan Bulung dalam setiap paguyuban-paguyuban yang ada (Persadaan Marga Harahap Dohot Boruna, 1993).
4. Peralatan dan Bahan
Upacara Mangupa menyajikan perangkat makanan yang diletakkan di atas tampi (niru) dan dialasi oleh bagian ujung daun pisang sebanyak tiga helai. Jenis bahan makanan yang digunakan di dalam Mangupa menentukan besar-kecilnya pesta adat (horja). Makanan yang diolah dari hewan yang disajikan dalam perangkat tersebut menandakan tingkatan besar-kecilnya Mangupa yang sedang dilaksanakan. Ada empat jenis bahan dan hewan penting di dalam upacara Mangupa, yaitu:
- pira manuk na nihobolan (telur ayam),
- manuk (ayam),
- hambeng (kambing),
- horbo (kerbau), dalam pembicaraan adat dijuluki na bontar (yang putih) (Persadaan Marga Harahap Dohot Boruna, 1993).
Tingkatan Mangupa dalam pesta adat kecil dan mendasar paling sedikit harus memenuhi bahan penting sebutir telur ayam, tingkat kedua harus mengandung ayam, tingkatan ketiga harus mengandung kambing, dan tingkatan tertinggi harus mengandung kerbau. Setiap tingkatan Mangupa yang lebih tinggi harus mengandung unsur bahan dan hewan yang ada dalam tingkatan yang lebih rendah. Misalnya, untuk tingkatan Mangupa tertinggi, yang menggunakan hewan penting berupa kerbau, hidangan pangupa itu juga harus menyajikan kambing, ayam, dan telur. Hewan-hewan penting tersebut tentu saja harus dipadukan dengan berbagai hidangan dan perangkat pangupa yang lain.
Perangkat Pangupa dengan hewan kerbau adalah sebagai berikut:
- alas paling bawah adalah anduri (tampi)
- di atas anduri (tampi) ada tiga helai bulung ujung (daun pisang bagian ujung)
- di atas bulung ujung ditaruh indahan sibonang manita (nasi putih yang disebut siribu-ribu)
- di atas indahan sibonang wanita diletakkan ikan-ikan kecil dari tujuh sungai, biasanya haporas dan incor
- di kiri dan kanan, di atas nasi diletakkan masing-masing seekor ikan
- di bagian belakang ditaruh parmiakan ni manuk (bagian punggung ayam)
- di bagian kiri dan kanan dalam diletakkan paha kerbau
- di samping paha kerbau diletakkan dua paha ayam
- di depan paha kerbau dan paha ayam diletakkan tiga pira manuk na dihobolan (telur ayam yang masak dan sudah dikupas), yang dibubuhi garam di tengahnya
- bagian paling depan adalah kepala kerbau, mata, telinga, bibir dan dagunya
- semua pangupa ditutupi dengan sehelai bulung ujung (daun pisang ujung)
- paling atas adalah sehelai kain adat, abit godang (selimut adat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/putri-presiden-joko-widodo-kahiyang-ayu-bersama-suaminya-bobby-afif-nasution_20171124_183706.jpg)