Pernikahan Putri Presiden
Alasan Kahiyang dan Bobby Harus Jalani Prosesi Adat Mandailing Mangupa Haroan Boru
Putri Presiden Joko Widodo dan suaminya Bobby Nasution menyelenggarakan upacara Mangupa Haroan Boru atau Patobang Anak
5. Tata Laksana
A. Persiapan
Tahap awal adalah pengaturan posisi duduk setiap hadirin selama upacara Mangupa berlangsung. (Persadaan Marga Harahap Dohot Boruna, 1993) menjelaskan tempat duduk tiap-tiap para pelaksana upacara Mangupa sebagai berikut.
Sebelah kanan duduk bayo pangoli (pengantin laki-laki) yang didampingi sebelah kanannya oleh kahangginya yang ikut ke tapian raya bangunan. Di sebelah kiri duduk pula Boru na dioli (pengantin perempuan) didampingi oleh anak boru mereka semua di talaga (arah ke pintu masuk) tampak duduk semua suhut laki-laki dan perempuan, anak boru, pisang raut, harajaon, dan hatobangon. Pakaian adat yang dikenakan pengantin ke tapian raya bangunan tetap dipakai.
Setelah semua hadir di ruangan sidang adat dan duduk sesuai dengan aturan, perangkat pangupa dibawa masuk ke dalam ruang sidang adat. Orang Kaya yang bertugas sebagai pembawa acara memperdengarkan ungkapan-ungkapan yang berisi harapan-harapan. Bagian selanjutnya memaparkan tata laksana Upacara Mangupa mulai dari Pembukaan hata pangupa oleh Orang Kaya sampai kepada hata pangupa jawaban dari pengantin.
b. Pelaksanaan
1) Pembukaan oleh Orang Kaya
Perangkat Pangupa diletakkan oleh Orang Kaya di hadapan kedua pengantin. Di sebelah kiri dan kanan perangkat pangupa diletakkan masing-masing satu piring pangupa lain yang isinya adalah ikan dan daging ayam. Satu piring diletakkan di hadapan kelompok kahanggi dan piring yang lain di hadapan anak boru. Orang Kaya membuka acara dengan sambutan seperti berikut ini (Persadaan, 1993).
Jagit bo tulang burangir on, jagit bo nantulang burangir sirara unduk sibontar adop-adop. Sataon so ra buruk, sabulan so ra malos. Sumurdu burangirnami di hamu, di hananaek ni mata ni ari on, anso manaek ma tua, hamomora, hahorasan dohot hagabean di hamu na niadopkon ni pangupa on. Nadung lolot do on tarniat di andora ni suhut sihabolonan. Jadi na palaluhon ma sadarion niat ni roha nadung lolot tarsimpan di bagasan sitamunang ni morangkon. Hara ni godang ni roha i, nipasu baga-baga on.
Jadi onpe patotor hamu ma sanga songon dia na tumbuk mangihutkon partamana di bagasan adat i. Laho paboahon sinta-sinta dohot haul ni roha adop Tuhanta Na Uli Basa i. Anso denggan mardalan karejonta on, jana anso saut dohot tulus na niparsinta ni rohanta i. Jadi sannari kehe ma tu suhut sihabolonan.
Artinya:
Terimalah Tulang (mamak pengantin laki-laki) sirih ini, terimalah nantulang (isteri mamak, pengantin laki-laki) sirih ini, sirih yang merah bagian belakang dan putih bagian depan. Setahun tidak akan busuk, sebulan tidak akan layu. Kami persembahkan sirih kami kepada kamu, ketika matahari mulai naik, agar naik pula tuah, derajad, kesehatan dan kejayaan kepada kamu berdua yang sedang disajikan pangupa ini. Sudah lama terniat bagi suhut sihabolonan (orang tua laki-laki dan kahangginya). Jadi dilaksanakanlah hari ini niat yang sudah lama tersimpan di dalam hati mora saya ini. Karena kami sangat berbahagia, maka dilaksanakanlah upacara yang mengandung harapan ini.
Jadi dalam hal ini sampaikanlah apa yang tepat menurut adat. Kemudian sampaikanlah angan-angan kamu selama ini dan niat dalam hati kepada Tuhan kita, yang Mahakuasa dan Maha Penyayang itu agar berjalan lancar acara kita ini dan terlaksana apa yang kita inginkan. Sekarang giliran suhut sihabolanan menyampaikan hata pangupa.
Orang Kaya kemudian melanjutkan Mangupa dengan mempersilakan berbagai pihak untuk menyampaikan hata pangupa. Orang Kaya harus mendahulukan pihak ibu-ibu menyampaikan hata pangupa. Kelompok ibu-ibu yang menyampaikan hata pangupa adalah suhut, kahanggi, anak boru, dan pisang rahut.
2) Hata Pangupa dari Suhut Sihabolanan, Kahanggi, Anak Boru, dan Pisang Rahut dari Pihak Ibu-ibu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/putri-presiden-joko-widodo-kahiyang-ayu-bersama-suaminya-bobby-afif-nasution_20171124_183706.jpg)