Alamak

PLN di Sumut Disebut Surplus, Apindo Sumut Membantah, Hingga LNG Trucking yang Dimanfaatkan PLN!

Kondisi pasokan listrik di Sumut saat ini surplus sekitar 200 megawatt (MW) dan dipastikan tidak defisit.

Editor: AbdiTumanggor
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Asisten Manajer Jaringan PLN Area Medan, Ricki Yakop saat memantau genset untuk persiapan acara ngunduh manten anak Jokowi, Kamis (23/11/2017). 

MEDAN, TRIBUN - Kalangan pengusaha mengeluhkan berulangnya pemadaman arus listrik PLN. Namun, pihak PLN membantah hal itu. Menurutnya, justru PLN justru surplus di Sumut.

Benarkah Surplus?

Humas PLN Wilayah Sumut Abdul Rahman mengatakan, kondisi pasokan listrik di Sumut saat ini surplus sekitar 200 megawatt (MW) dan dipastikan tidak defisit.

Ia menyebut, tidak ada lagi yang namanya pemadaman bergilir karena ketersedian listrik yang dimiliki lebih dari yang dibutuhkan.

"Kami (PLN) surplus, daya pembangkit sekitar 2.200 MW. Jadi ada kelebihan sekitar 10 persen dari jumlah itu. Artinya, pemakaian daya sekitar 90 persen yang dipakai, kurang lebih surplus 200 MW," kata Rahman ketika disambangi Tribun Medan/Online Tribun-Medan.com di kantornya, pekan lalu.

Intinya, kata Rahman, PLN membangkitkan daya melebihi kebutuhkan.

Kalau dulu tidak dan kenapa sampai dibilang defisit karena lebih besar kebutuhan daripada yang dibangkitkan.

Misal, yang dibangkitkan 1.800 MW sedangkan yang disuplai ke masyarakat 1.900 MW, sehingga ada giliran pemadaman karena kekurangan daya.

"Keadaan surplus listrik karena adanya bantuan kapal pembangkit dari Turki bernama Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang memuat kapasitas daya 240 MW," ujanya.

Kondisi saat ini, daya yang tersedia dengan daya yang terpasang membaik di atas 10 persen dan dianggap cukup besar. Atas surplus itu, PLN merasa pasokan listrik sangat mencukupi dan bisa dipastikan tidak akan terjadi pemadaman bergilir seperti dulu.

"Apalagi, sekarang ini pertumbuhan pembangkit dan program Pak Jokowi yang 35.000 MW itu masif. Artinya, akan banyak pembangkit-pembangkit baru yang masuk ke dalam sistem Sumbagut. Selain itu, PLN juga tengah membangun Tol Listrik Sumatera 275 kV yang akan menghubungkan jaringan listrik mulai dari Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Tengah sampai Sumatera Bagian Utara," ungkapnya.

Dikatakannya, PLN Wilayah Sumut kini lebih percaya diri untuk memasarkan listrik dengan memprioritaskan pengusaha seperti industri dan mal.

"Kenapa kami gencar untuk menjual karena adanya bakalan banyak pembangkit yang masuk pada 2018 sekitar 800 MW. Tentu menambah surplus PLN makanya kami persiapkan ibaratnya pistol kami isi dulu baru kami tembak dan sasaran sudah ada. Tapi kalau kalau sasaran gak ada dan peluru juga gak ada, apa yang mau ditembakkan?" ujarnya.

Lebih lanjut, Rahman menyebut, jika tidak segera memasarkan dan tanpa perencanaan lebih dulu dengan kondisi pasokan listrik yang surplus, dikhawatirkan PLN akan merugi.

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5/2017). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumbagut.
Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5/2017). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumbagut. (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Apindo Sumut Membantah

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved