Alamak
PLN di Sumut Disebut Surplus, Apindo Sumut Membantah, Hingga LNG Trucking yang Dimanfaatkan PLN!
Kondisi pasokan listrik di Sumut saat ini surplus sekitar 200 megawatt (MW) dan dipastikan tidak defisit.
Ia mengungkapkan, target konsumen LNG melalui truk isotank, adalah industri-industri yang wilayahnya belum tersambung oleh jaringan pipa gas distribusi.
“Banyak industri yang membutuhkan suplai gas di wilayah Sumbagut maka LNG trucking diharapkan menstimulasi pertumbuhan industri yang membutuhkan gas dalam waktu dekat. Moda LNG trucking ini adalah yang paling tepat sebagai bridging sebelum mereka mendapatkan gas melalui jaringan pipa distribusi. Dan Pertamina merupakan pelopor pertama di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menuturkan, Supply gas melalui LNG trucking ini bukanlah kali pertama dilakukan oleh Pertagas Niaga.
Sebelumnya pola yang sama telah dilakukan bagi industri di Kawasan Industri Medan III, Pulau Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur.
"Selain industri, LNG trucking juga dimanfaatkan oleh PLN untuk kebutuhan pembangkit listrik," tuturnya.
Ia mengatakan, trend ke depan suplai gas di Indonesia akan menggunakan LNG supaya dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Ini dilakukan agar ada pemerataan energi di seluruh wilayah Indonesia.
"Proyek LNG trucking telah dirintis oleh PTGN sejak tahun 2015. Diperkirakan hingga akhir 2018, kebutuhan konsumen untuk menggunakan LNG trucking sebesar 5.000 MMSCF yang akan disuplai melalui titik Arun dan Bontang," katanya.(*)
Baca: Setiap Jam Listrik Padam, Pengusaha di Sumut Rugi Rp 1 M, Padahal PLN Mengaku Surplus Listrik
Baca: Pertagas Niaga Suplai Gas ke Industri Kualatanjung, LNG Trucking juga Dimanfaatkan PLN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pln-s_20171123_170619.jpg)