Breaking News

Alamak

PLN di Sumut Disebut Surplus, Apindo Sumut Membantah, Hingga LNG Trucking yang Dimanfaatkan PLN!

Kondisi pasokan listrik di Sumut saat ini surplus sekitar 200 megawatt (MW) dan dipastikan tidak defisit.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Asisten Manajer Jaringan PLN Area Medan, Ricki Yakop saat memantau genset untuk persiapan acara ngunduh manten anak Jokowi, Kamis (23/11/2017). 

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan arus listrik itu menjadi kebutuhan dasar industri.

Listrik adalah skala prioritas operasional suatu perusahaan. Pemadaman listrik berulang (biarpet) jelas akan merugikan industri.

"Ketidakpastian terhadap stok listrik tersebut sangat merugikan. Bukan hanya pada penurunan produktivitas. Tetapi biaya produksi seperti gaji karyawan tetap berjalan. Kerugian yang timbul tentu beragam," ujar Benyamin.

Sementara, pelaku UMKM Yuswaniati mengatakan, ketika listrik padam pastinya akan mengganggu operasional usahnya. Sebab, wanita yang akrab disapa Nia ini, kerap kesulitan jika listrik dirumahnya padam hingga berjam-jam.

Nia, yang menjalani usaha dagang pancake durian ini bercerita, usahanya sangat bergantung pada listrik. Sebab, apabila listrik padam pancake yang disimpan di kulkas bisa mencair dan akhirnya asam.

Selain itu, ia juga sulit untuk melakukan produksi. Karena, kata Nia, ia selalu menggunakan mixer dan blender dalam menyiapkan usaha dagangnya.

"Sangat kesulitan kalau gak ada listrik. Karena usahaku ini kan bergantung sama listrik, aku buat kue dan pancake menggunakan mixer, blender dan itu pakai listrik. Kalau listrik padam ya terganggu sekali," ujarnya.

Pasokan energi dari LNG trucking yang Dimanfaatkan PLN

Sedangkan Pertamina Group terus memenuhi kebutuhan energi khususnya gas bagi industri di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Melalui afiliasinya, PT Pertagas Niaga saat ini industri di Kualatanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, berhasil memanfaatkan gas guna memenuhi kebutuhan energinya.

"Adalah PT Domas Agrointi Prima, salah satu lini usaha Bakrie Group yang menjadi perusahaan pertama di Kuala Tanjung yang berhasil disuplai Liqufied Natural Gas (LNG) dengan moda transportasi truk isotank (LNG trucking)," ujar President Director PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti, Kamis (22/2/2018).

Ia menerangkan, pertengahan Februari ini, sudah berhasil mengirimkan LNG ke PT Domas Agrointi Prima, Bakrie Group.

"Adapun alokasi LNG tersebut diperoleh dari KKKS Chevron IDD Bangka, Bontang yang kemudian dikapalkan menuju Lhokseumawe, Aceh," terangnya.

Ia menjelaskan, selanjutnya LNG ini disalurkan melalui Filling Station di PT Perta Arun Gas ke truk isotank LNG berukuran 40 feet atau 0,76 MMSCF dan diantarkan langsung ke kawasan industri di Kabupaten Batubara.

"Setidaknya butuh 16 jam untuk menempuh perjalanan 470 Km dari Lhokseumawe menuju Kuala Tanjung," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved