Kapal Tenggelam
Pemkab Samosir Dianggap Lalai dan Tidak Melakukan Pengawasan dengan Benar
Bibir pantai Danau Toba tepatnya di Pelabuhan Simanindo, Samosir terus dipadati kerabat dan keluarga korban
Penulis: Arjuna Bakkara |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR- Bibir pantai Danau Toba tepatnya di Pelabuhan Simanindo, Samosir terus dipadati kerabat dan keluarga korban serta masyarakat untuk menunggu kepastian nasib para korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba hingga Selasa (19/6/2018) petang hari.
Kerabat keluarga datang dari berbagai daerah selain Samosir.
Beberapa korban yang selamat mengatakan, selain cuaca buruk hingga karamnya kapal diakibatkan over tonase (over load).
Menurut keluarga korban yang selamat, Sandri Sianturi Warga Tanjung Morawa, kapal berangkat dalam keadaan padat.
Ia memperkirakan KM Sinar Bangun memboyong 100 unit sepeda motor yang merupakan milik penumpang yang menyeberang.
BERITA TERKINI
Baca: Tragis! Korban Hilang Tenggelamnya Kapal di Danau Toba jadi 150 Orang, tapi Satu Pun Belum Ditemukan
Baca: Inilah Data Terakhir 166 Orang Korban Tenggelamnya Kapal di Danau Toba, Berikut Nama dan Alamatnya!
Baca: Detik-detik Korban KM Sinar Bangun Berjuang Raih Pelampung Kapal Penolong! Ini Videonya
Baca: Bicara Hukum, Djarot Sindir Lawannya yang Turut Dipanggil KPK, Ini Jawaban Musa Rejekshah
Baca: Masih Trial, Coach Djanur akan Datangkan Penyerang Asal Namibia untuk PSMS
Baca: Ngeri! Inilah 5 Pertarungan Ular vs Manusia, Termasuk Wanita yang Tewas Ditelan
"Banyak kali penumpang semalam. Ada seratus kereta (sepeda motor, red)," ujarnya dengan kondisi fisik masih lemas dan wajah murung.
Disebutnya, mereka terombang-ambing sekitar satu jam di tengah danau hingga datangnya pertolongan.
Rata-rata mereka yang menumpangi kapal merupakan rombongan seperti dirinya beserta 8 teman lainnya.
Keluarga korban yang lain juga mengakui, mayoritas yang ada di dalam kapal bepergian bersama keluarga tanpa manifest atau tiket oleh pengelola kapal.
Terkait hal ini, Kadishub Samosir Nurdin Siahaan ketika dikofirmasi tidak menjawab.
Sementara itu Bupati Samosir Rapidin Simbolon saat disinggung tentang pengawasan terhadap persyaratan teknis kelautan dan persyaratan pelayanan minimal angkutan penyeberangan, dirinya hanya menngklaim telah melakukan kontrol.
Rapidin menuturkan, apalagi saat ini berkaitan dengan libur lebaran.
"Jadi, ini kita belum bisa menyimpulkan faktor apa yang menyebabkan ini. Pengawasan dari dinas perhubungan sudah pasti. Kita ini juga dalam suasana lebaran. Bukan berarti kita lengah,"sebutnya saat mengunjungi korban selamat di Puskesmas Simarmata Samosir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gogod_20180619_194029.jpg)