Liputan Eksklusif

Staf Ahli Gubernur Cemburu Cuma Dapat Kendaraan Dinas Butut, Mantan Ajudan Gubernur Naik Pajero

"Ngeri kali memang, jorok permainan orang sekarang ini, awak dapat mobil danga-danga," ucap Elisa.

Staf Ahli Gubernur Cemburu Cuma Dapat Kendaraan Dinas Butut, Mantan Ajudan Gubernur Naik Pajero
Ilustrasi 

Secara personal dia pun mempertanyakan 95 unit mobil dinas bekas anggota dewan yang telah diserahkan ke Pemprov Sumut. Ia curiga ada oknum-oknum tak bertanggungjawab menguasainya.

"Ngeri kali memang, jorok permainan orang sekarang ini, awak dapat mobil danga-danga," ucapnya.

Elisa menambahkan, rekannya sesama staf ahli, yakni Nouval Makhyar yang menjabat Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan pun mendapat diskriminasi serupa. Sebagai staf ahli rekannya hanya menaiki Toyota Kijang Innova keluaran/tahun lama.

Elisa kemudian membandingkan jabatan dan eselonnya dengan mantan ajudan Gubernur Sumut berinisial M, yang kini bereselon tiga namun menggunakan Mitsubishi Pajero Sport tahun 2015.

"Lihatlah itu. Dia naik kendaraan mewah. Saya staf ahli naik mobil rusak. Janganlah pilih-pilih," ucapnya.

Elisa merasa terjadi deskriminasi pembagian mobil dinas eks DPRD Sumut, di mana hal itu diperparah dengan adanya dugaan oknum-oknum tidak berkepentingan mendapat jatah.

"Janganlah gini. Maunya dibagi siapa yang membutuhkan. Awak pun butuh juga," ujarnya.

Pascatidak mendapat jatah mobil dinas lagi, 95 unit mobil dinas yang tadinya dipakai anggota dewan dikembalikan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Jadi Temuan BPK

Seorang pejabat sumber Tribun Medan menyatakan banyak pejabat dan ASN biasa yang menguasai mobil-mobil tersebut.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved