Diinterupsi Saat Berbicara Gubernur Edy Rahmayadi Usir Emak-emak Pendemo, Ini Videonya
Saat Nelayan berunjukrasa, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi langsung turun menerima.
"Rakyat Sumatera Utara bukan cuma kalian. Yang satu minta begini. Yang satu minta begini. Kalian libur terus. Ini yang harus diatur," ujarnya.
Jokowi Ibaratkan Dirinya dan Teman-temannya The Avengers, lalu Siapa Thanos? Simak Uraiannya
Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka di https://sscn.bkn.go.id dan Informasi Lengkap, Ingat 6 Hari Lagi!
Kemudian dia pun mengutarakan para koordinator tinggal di tempat dan melakukan dialog dengannya, namun yang lain membubarkan diri, begitu juga yang punya sound system segera membawanya pulang.
Seorang ibu pun kembali menyampaikan jangan ada yang bubar, sehingga Edy Rahmyadi pun menyuruh polisi mengurus sang ibu, seraya menyampaikan bahwa ibu tersebut bukan rakyat Sumatera Utara.
"Itu berarti bukan masyrakat Sumatera Utara, dari dulu rakyat Sumatera Utara patuh dan taat," ujarnya.
Edy Rahmayadi Usir Pendemo
Pedagang Eks Pasar Aksara Tolak Lokasi Baru, Nurhaida: Pasar Aksara adalah Pasar Kami
Baca: Deretan Makanan Tertua di Dunia yang Masih Dikonsumsi hingga Sekarang
Kawasan Kantor Gubernur Sumut Macet
Jalan di kawasan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) terpaksa dialihkan akibat ribuan massa dari para nelayan tradisional di Sumut melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/9/2018).
Dari pantauan di lokasi, jalan yang dialihkan adalah Jalan dari Sudirman menuju Jalan Diponegoro dialihkan ke Jalan RA Kartini hingga ke arah Jalan Imam Bonjol.
"Jadi Jalan RA Kartini ini kita arahkan ke Jalan Imam Bonjol yang kita buat untuk sementara dua arah menuju Jalan Cut Mutia," kata Kanit Lantas Polsek Medan Baru, Iptu Tuchfat Lubis di lokasi, Kamis (13/9/2018)
"Kendaraan bermotor yang kita alihkan dari Jalan Imam Bonjol ke Jalan Cut Mutia kemudian masuk ke Jalan Diponegoro lagi. Kita hanya alihkan jalan di depan Kantor Gubsu saja. Nanti para pengendara yang ingin melintas ke Jalan Zainul Arifin juga bisa Jalan dari depan Masjid Agung," jelasnya.
Perlu diketahui, ribuan massa dari nelayan tradisional dari berbagai daerah di Sumut tersebut berunjuk rasa meminta Gubernur untuk memberikan kejelasan terkait tidak dikasihnya mereka mencari ikan di laut oleh pemerintah setempat.
(cr9/ryd/tribun-medan.com)