Oknum Caleg Gerindra jadi Tersangka Penggelapan Mobil Bodong, Ini Respons Pengurus Partai

Ya mau bagaimana lagi, sudah begini nasib. Saya tidak tahu kalau itu barang panas

Oknum Caleg Gerindra jadi Tersangka Penggelapan Mobil Bodong, Ini Respons Pengurus Partai
TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara
Para tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan roda empat berbagai jenis saat dihadirkan pada paparan kasus di Mapolres Tapanuli Selatan, Rabu (30/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI SELATAN - Sekretaris DPD Gerindra Sumut Robert L Tobing mengatakan, partainya menunggu proses hukum yang menimpa PH, calon anggota legislatif DPRD Padanglawas Utara 2019-2024 dari Partai Gerindra.

PH diketahui telah berstatus tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan ratusan unit kendaraan roda empat. Ia dituding menjadi penadah puluhan unit kendaran roda empat berbagai merek dari tersangka berinisial EN.

"Kita tunggu proses hukum yang berlaku. Kalau dari klarifikasi dia, dia itu tidak tahu kalau kendaraannya bodong," kata Robert melalui sambungan telepon, Rabu (30/1/2019).

Robert mengatakan, partainya siap memberi bantuan hukum kepada PH. Namun hingga kini, PH belum menyampaikan permohonan bantuan ke partai. Di samping itu, Robert juga mengimbau jajaran DPC Gerindra Padanglawas Utara untuk memantau kasus yang menimpa PH.

"Kalau peraturan KPU semestinya menunggu status inkrah, oleh karena itu kita tunggu dulu proses hukum ini," kata Robert.

"Kita ada bidang hukum, kalau diminta kita siap membantu. Tapi saat ini belum ada, jadi sekali lagi kita tunggu saja dulu proses hukumnya. Kita nanti juga minta agar pimpinan cabang di sana untuk memperhatikan kasus ini," sambung Robert.

Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan membongkar kasus penggelapan dan penipuan ratusan unit mobil yang diduga melibatkan seorang oknum calon anggota legislatif berinisial PH (42).

Warga Desa Sihopuk Lama, Kecamatan Halongonan Timur, Padanglawas Utara ini diketahui mendaftar calon anggota legislatif di Padangalawas Utara dari Partai Gerindra. Ia kini ditahan pihak Polres Tapanuli Selatan beserta empat orang tersangka lainnya.

PH diduga sebagai satu di antara para penadah mobil yang dijual oleh EN (26), warga Batu Gula Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Salatan.

EN sendiri merupakan tersangka yang diduga menipu sejumlah orang dan menggelapkan ratusan unit mobil milik korbannya tersebut serta menjualnya kepada orang lain.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved