Polisi Ungkap Peran 4 Satpam Unimed yang Menghajar Joni dan Stefan Hingga Tewas, 7 Orang Lagi Buron

Ke empat tersangka, pelaku penganiayaan hingga berujung kematian ini berprofesi sebagai Sekuriti Universitas Negeri Medan (Unimed).

Polisi Ungkap Peran 4 Satpam Unimed yang Menghajar Joni dan Stefan Hingga Tewas, 7 Orang Lagi Buron
Tribun Medan
4 satpam UNIMED, pelaku pengeroyokan Joni dan Stefan di Polrestabes Medan, Sabtu (23/2/2019) 

Saat kejadian peran pelaku menendang korban dan menbawa korban Joni dari Portal ke Pos 111.

AKBP Putu Yuda memaparkan kasus pengeroyokan Joni dan Stefan oleh 4 satpam UNIMED, Sabtu (23/2/2019)
AKBP Putu Yuda memaparkan kasus pengeroyokan Joni dan Stefan oleh 4 satpam UNIMED, Sabtu (23/2/2019) (Tribun Medan)

Pelaku Feri Zulham (26) warga Jalan Pancing I Lingkungan 5 Mabar Hilir. Saat kejadian peran pelaku memukul korban di Pos 111.

Ke empat tersangka, pelaku penganiayaan hingga berujung kematian ini berprofesi sebagai Sekuriti Universitas Negeri Medan (Unimed).

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan bahwa kejadian itu diketahui sekitar pukul 23.00 WIB Selasa (19/2/2019) malam.

Kemudian pada (20/2/2019) sekitar pukul 22.00 WIB, empat pelaku sudah diamankan.

"Total sudah ada empat pelaku penganiayaan sudah kita amankan. Dalam kasus penganiyaan secara bersama-sama hingga berujung kematian yang terjadi di Kampus Unimed," kata Putu di Polrestabes Medan, Sabtu (23/2/2019).

Putu menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban, awalnya mengamankan para korban yang diduga sebagai pelaku pencurian.

Barang buktii 4 satpam UNIMED menghajar Joni dan Stefan hingga tewas
Barang buktii 4 satpam UNIMED menghajar Joni dan Stefan hingga tewas (Tribun Medan)

Lantaran adanya informasi pencurian helm. Kemudian korban yang diduga sebagai pelaku di borgol dan dipukuli dan dibawa ke Pos Satpam.

"Para korban di borgol dan dipukuli. Lalu setelah dibawa ke Pos Satpam 111. Sampai disana mereka hajar lagi para korban. Dipukuli, ada yang menendang," ungkap Putu.

"Seharusnya ini tidak boleh mereka lakukan. Boleh mereka mengamankan, namun segera menghubungi kepolisian terdekat, untuk diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum," ujar AKBP Putu

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved