Kisah Dika Pemburu Kelabang: Di Mana Ada Kelabang Di Situ Ada Ular Hijau
Mereka mencari binatang berbisa itu di hutan atau di tegalan sekitar dusun. Tidak jarang pula ke tempat-tempat yang jauh di luar daerah.
TRIBUN-MEDAN.com, SRAGEN - Mayoritas warga Dusun Teguhan RT 1, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memiliki pekerjaan ekstrem.
Mereka mencari binatang berbisa itu di hutan atau di tegalan sekitar dusun.
Tidak jarang pula ke tempat-tempat yang jauh di luar daerah.
Satu di antara para pemburu kelabang tersebut ialah Alvi Andika (23) atau biasa dipanggil Dika.
Dia anak pertama dari empat bersaudara.
Dika sudah menekuni pekerjaan ini selama delapan tahun.
Sebelumnya bekerja di pabrik kerupuk di Surabaya sekitar satu tahun.
"Kalo kerja ikut orang itu mau libur nggak enak. Kadang nggak boleh. Mending kerja sendiri libur kapan saja tidak masalah," ujar Dika di sela-sela mencari kelabang kepada Tribunjateng.com, Selasa (22/1/2019).
"Kita kan makhluk sosial, harus guyub sama tetangga. Kalau saya merantau, ikatan kekeluargaan saya berkurang," lanjutnya.
Dika hanya tamat sekolah menengah pertama (SMP) pada 2011 silam.
Dia mengaku menyesal tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Ya sekarang menyesal kenapa ga lanjut sekolah dulu. Tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur," tuturnya.
Mencari kelabang sangat tergantung jenis tanah.
Kelabang biasa hidup di tanah merah.
Hewan ini biasa bersembunyi di balik daun jati yang sudah kering.
"Walau banyak daun jati kering tapi jenis tanahnya nggak merah, ya, nggak ada," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dika_pemburu_kelabang.jpg)