Kisah Dika Pemburu Kelabang: Di Mana Ada Kelabang Di Situ Ada Ular Hijau
Mereka mencari binatang berbisa itu di hutan atau di tegalan sekitar dusun. Tidak jarang pula ke tempat-tempat yang jauh di luar daerah.
Menjadi pemburu kelabang merupakan pekerjaan musiman.
Saat musim penghujan, lipan banyak ditemukan di kebun, tegalan, dan alas atau hutan.
Pada musim kemarau, Dika pun bekerja sebagai kuli bangunan.
Namun, tetap tidak jauh dari kampungnya di Sragen.
Berburu atau mencari kelabang ini tidak menggunakan alat tambahan, hanya tangan kosong.
Tidak memakai sarung tangan atau pelindung.
Tidak pula memakai peralatan atau sepatu khusus.
Bisa pakai sandal dan celana pendek saja.
Apakah tidak takut digigit lipan? Bukankah binatang ini berbisa?
"Kalau salah pegang ya bisa digigit. Tangan saya bengkak beberapa hari jika tergigit. Saya lupa berapa kali sudah tergigit," jelasnya.
Kalau tergigit kelabang apa obatnya?
"Tidak pernah saya obati. Saya diamkan saja. Nanti juga sembuh sendiri," jelasnya.
Sejak beberapa kali digigit kelabang, Dika tak pernah ketinggalan membawa gunting.
Dia pakai untuk memotong gigi setiap kelabang yang ditangkapnya.
Pada musim hujan, mencari kelabang tidak terikat waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dika_pemburu_kelabang.jpg)