Breaking News:

Cabul! Keponakan hingga 5 Kali, Guru SMPN 8 Medan Kasim Ginting Divonis 7 Tahun Penjara

Robert Sihotang menyebutkan bahwa pihaknya tak terima karena fakta persidangan yang menjadi pertimbangan hakim hanya dari sisi korban.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Oknum guru SMP Negeri 8 Medan, Kasim Ginting (59) divonis 7 tahun penjara usai terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap WES (17) di Kamis (28/3/2019) di PN Medan. 

Langsung saja sidang ditutup, keluarga Kasim yang sudah memenuhi ruangan sidang Cakra 5 langsung datang dan memberikan semangat kepada korban.

Tampak istri terdakwa yang mengenakan baju oranye dan anaknya langsung memeluk sang ayah. "Kuat kau pak, kita enggak bersalah," cetusnya sambil memberiakan jus kepada suaminya.

Kuasa hukum Kasim Ginting, Robert Sihotang menyebutkan bahwa pihaknya tak terima karena fakta persidangan yang menjadi pertimbangan hakim hanya dari sisi korban.

"Kita secara hukum menolak karena faktanya menurut kita tidak terbukti. karna hanya menggunukan keterangan anak korban saja. Kalau visum menunjuk keadaan bukan pelaku belum tentu itu klien kita. Tapi ini tidak dipertimbangkan dengan matang," terangnya.

Sementara, JPU asal Kejari Medan, Chandra menyebutkan bahwa siap meladeni banding yang akan dilakukan terdakwa.

"Pastinya kita akan banding jug terhadap putusan tersebut. Juga kita akan tetap berdiri pada tuntutan kita yaitu Pasal 81 ayat 1," tegasnya.

Jaksa menegaskan bahwa bukti kuat dari tuntutannya adalah bahwa setelah dilakuakan pemeriksaan alat kelamin terhadap korban telah dijumpai robekan pada arah jam 11 (sebelas), 2 (dua) dan 6 (enam)

"Jadi memang kesimpulan kita bahwa selaput dara tidak utuh. Akibat dari tindak pidana ini Anak korban lebih banyak berdiam diri dan kelihatan tidak ceria dan juga Anak korban sering merasa ketakutan. Ini yang membuat kita kekeh terdakwa harus dijeblokskan lebih lama lagi," tuturnya.

Seperti diketahui bahwa Korban WES merupakan keponakan dari terdakwa Kasim dan memiliki hubungan darah. Korban sehari-hari tinggal di rumah terdakwa yang merupakan suami dari adik dari ibunya (tante) dan bersekolah di SMP Negeri 8 Medan.

JPU Chandra Naibaho menuturkan awal mula kejadian pada tanggal 25 Juni 2017, pada saat itu korban datang ke Medan bersama dengan Ibu kandungnya kerumah terdakwa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved