Breaking News:

Cabul! Keponakan hingga 5 Kali, Guru SMPN 8 Medan Kasim Ginting Divonis 7 Tahun Penjara

Robert Sihotang menyebutkan bahwa pihaknya tak terima karena fakta persidangan yang menjadi pertimbangan hakim hanya dari sisi korban.

TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Oknum guru SMP Negeri 8 Medan, Kasim Ginting (59) divonis 7 tahun penjara usai terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap WES (17) di Kamis (28/3/2019) di PN Medan. 

"Dimana istri dari terdakwa merupakan adik kandung dari ibunya. Lalu pada saat itu korban WES diangkat menjadi Anak angkat terdakwa dan disekolahkan selama berada di rumah terdakwa Kasim," terangnya.

Pertama kali kejadian itu terjadi pada Juni 2017 pada malam hari disaat korban sedang tidur, kemudian terdakwa Kasim masuk kekamar korban WES lalu mencium pipi kiri dan kanan Anak korban.

"Saat korban terbangun ia melihat terdakwa sedang meremas payudara korban dengan menggunakan tangannya, lalu pada saat itu korban langsung marah dan spontan menepis tangan terdakwa dan kemudian terdakwa meninggalkan korban dikamar," jelas Chandra.

Lalu pada Agustus 2017, sewaktu korban sedang memasang kancing diruang jahit tiba-tiba terdakwa datang dan langsung mendekap korban dari belakang lalu menciumi pipi dan bibir Anak korban berulang kali.

"Kemudian terdakwa juga meremas-remas payudara korban dengan menggunakan tangannya, dimana pada saat itu korban meronta dan mendorong terdakwa sambil berkata “awas kau” lalu terdakwa Kasim menjawab “aku sayang sama mu," cetusnya.

Lalu pada 16 Agustus 2017 pada saat itu korban yang baru pulang sekolah sedang makan, kemudian datang terdakwa memeluk korban dari belakang dan langsung menciumi pipi, bibir dan kening Anak korban.

"Korban berhenti makan dan langsung meronta sambil berdiri sambil berkata kepada terdakwa “apa nya maksud mu” lalu terdakwa menjawab “kau sudah disayang marah pula”. Selanjutnya terdakwa pergi meninggalkan Anak korban keruang jahit," jelasnya.

Chandra melanjutkan pada tanggal 13 September 2017, sewaktu korban sedang tidur siang dikamar, terdakwa masuk kekama korban dan terdakwa Kasim menciumi serta meraba dan membuka baju Anak korban.

"Kemudian korban berusaha meronta dan marah namun terdakwa malah menimpa badan Anak korban dengan badannya dari atas sambil meremas dan menghisap payudara korban. Lalu terdakwa membuka celananya dan memasukkan jari terdakwa kedalam alat kelamin (vagina) Anak korban, kemudian menciumi alat kelamin.

Ia melanjutkan, Korban masih terus meronta melawan dan marah sambil berusaha untuk bangkit namun tenaga terdakwa lebih kuat dari tenaga korban, lalu terdakwa yang sudah terangsang langsung memasukkan penisnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved