Advertorial

Buddhayana untuk Agama Buddha Indonesia

Biksu Ashin Jinarakkhita juga dikenal dengan panggilan akrabnya “Su Kong”(kakek guru) dilahirkan di Bogortanggal 23 Januari 1923

Buddhayana untuk Agama Buddha Indonesia
TRIBUN MEDAN/HO
Maha Biksu Ashin Jinarakkhita (1923 – 2002) 

Kontribusi bagi Agama Buddha di Indonesia

Perayaan Tri Suci Waisak bersama di Borobudur

Ketika menjadi Anagarika , ia mencetuskan ide brilian untuk menyelenggarakan upacara Tri Suci Waisak secara nasional di Candi Borobudur. Akhirnya pada tanggal 22 Mei 1953 acara tersebut berhasil dilaksanakan. Upacara ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai kalangan.

Inilah satu momen penting tanda kebangkitan agama Buddha di Indonesia. Masyarakat mulai meyadari bahwa agama Buddha dan penganutnya masih ada di Indonesia.Setelah itu, ia melanjutkan studinya mengenai agama Buddha baik di dalam maupun luar negri.

Menyebarkan Agama Buddha di Nusantara

Akhir tahun 1955 dimulai tour Dharma ke pelosok-pelosok tanah air. Ashin Jinarakkhita memulainya dari daerah Jawa Barat. Dalam perjalanannya itu ia mengunjungi setiap daerah yang ada penganut agama Buddha-nya, tidak peduli di kota-kota besar maupun di desa-desa terpencil. Kunjungannya memberi arti tersendiri bagai umat Buddha Indonesia di berbagai daerah yang baru pertama kali melihat sosok seorang biksu.

Tour Dharma ini tidak terbatas di Pula Jawa saja. Bali, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya juga ia kunjungi. Pendek kata, hutan diterobosnya, gunung didaki, laut diseberangi, untuk membabarkan Dharma yang maha mulia ini kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Dalam setiap kesempatan berkunjung ke berbagai daerah tersebut Bhante Ashin selalu mengingatkan umatnya untuk tidak bertindak masa bodoh terhadap kebudayaan dan ajaran agama Buddha yang sudah sejak dulu ada di Indonesia. Galilah yang lama, sesuaikan dengan zaman dan lingkungan.

Ashin Jinarakkhita menegaskan bahwa usaha mengembangkan agama Buddha tidak dapat lepas dari upaya untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ashin Jinarakkhita mendorong umatnya untuk terus menggali warisan ajaran Buddha yang tertanam di Indonesia. Karena bagaimanapun, secara kultural ajaran yang pernah membawa bangsa kita pada zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit itulah yang akan lebih bisa diterima oleh bangsa kita sendiri.

Didirikannya Lembaga-lembaga Buddhis

Halaman
1234
Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved