TRIBUN-WIKI: 3 Museum di Medan yang Perlu Anda Kunjungi untuk Menelusuri Peradaban
Ada tiga museum yang bisa dikunjungi di Kota Medan. Tiga museum ini tidak jauh dari pusat Kota Medan sehingga mudah untuk dikunjungi.
TRIBUN-MEDAN.com-Ada tiga museum yang bisa dikunjungi di Kota Medan. Tiga museum ini tidak jauh dari pusat Kota Medan sehingga mudah untuk dikunjungi.
Dari tiga museum yang wajib dikujungi wisatawan, ternyata masing-masing museumnya memberikan edukasi yang berbeda-beda. Seperti edukasi tentang satwa liar, edukasi peradaban Provinsi Sumut dan edukasi tentang sejarah peradaban uang.
Museum Uang Sumatera
Museum Museum Uang Sumatera terletak di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda, Nomor 17, Medan Maimun, Kota Medan.
Guide Museum Uang Sumatera, Ikhsan, menjelaskan Museum Uang Sumatera (MUS) merupakan museum uang pertama di Sumatera dan didirikan oleh Saparudin Barus. Peresmian dilakukan 2 Mei 2017.
Ikhsan mengatakan, ada empat koleksi MUS menjadi ikon museum tersebut, yang mencuit sejarah dan peradaban Provinsi Sumut saat masa kerajaan maupun penjajahan.
"Ada empat ikon koleksi dari MUS yang mencuit sejarah dan peradaban. Empat ikon itu adalah koin Kesultanan atau kerjaan, ada token perkebunan, begitu juga ada Oeang Republik Indonesia Daerah/Darurat (ORIDA), kemudian ada mesin cetak Oeang Republik Indonesia Tapanoeli (ORITA)," ujarnya.
Ikshan mengatakan, uang-uang tersebut dikumpulkan oleh Saparudin dari daerah-daerah yang berbeda-beda. Saparudin merupakan seorang numismatik atau orang suka mempelajari uang kertas maupun koin dengan sejarahnya). Hampir keseluruhan uang yang berada di MUS merupakan koleksi dari Saparudin.
Koleksi uang tempo dulu ini tentunya sangat berharga. MUS memiliki ribuan koleksi uang tempo dulu dari berbagai daerah dan berbagai tahun pembuatannya serta berbagai bentuknya.
MUS dibagi menjadi dua ruangan, satu ruangan untuk uang kertas dan satu lagi untuk uang koin.
Koleksi uang yang paling tua usianya adalah uang zaman kerajaan yaitu uang koin yang dicetak pada abad 9-10 Masehi.
Menurut Ikhsan, awalnya kerajaan-kerajaan atau kesultanan di nusantara belum mengenal uang atau alat bayar seperti koin. Saat itu transaksi pun masih menggunakan sistem barter.
Sering waktu kerajaan nusantara melakukan perdagangan luar negeri. Orang-orang dari luar negri memperkenalkan uang koin atau alat bayar berupa koin.
Terdapat koin-koin peninggalan kerajaan-kerajaan di Sumatera yang di koleksi di MUS, antara lain koin Kesultanan Deli.
Token atau koin perkebunan merupakan ikon kedua. Token merupakan koin yang hanya bisa berlaku di area perkebunan dan dibentuk secara konvensi atau kesepakatan masyarakat setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/museum-negeri-sumatera-utara_1.jpg)